SHARE

JAKARTA – Anggota Panitia Spesial (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Soesatyo menilainya pemanggilan Miryam S Haryani telah tidak dibutuhkan di DPR. Sekian disebutkan Bambang disela-sela Rapat Pansus Angket KPK di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

” Urgensi pemanggilan Miryam di pansus telah tidak dibutuhkan. Menurut pribadi yah bukanlah pansus, ” kata Bambang.

Pasalnya, Bambang yang Ketua Komisi III DPR itu mengatakan Miryam sudah mengaku surat yang diantar ke DPR asli. Surat itu diantar ke Komisi III DPR. Berisi, Miryam mengakui tidak sempat ditekan Komisi III DPR.

” Maksud dari pemanggilan Miryam kan memohon konfirmasi, apakah pernyataan itu benar. Itu saja. Itu kan semuanya telah terjawab, ” kata Bambang.

Bambang menjelaskan pandangan itu adalah pernyataan pribadi dianya. Ia juga menyerahkan hal tersebut pada Pansus Angket KPK. ” Karna mekanisme pemanggilan telah jalan saat ini keluar juga pada pemanggilan ke-2, ” kata Politikus Golkar itu.

Terlebih dulu, tersangka masalah memberi info palsu di sidang korupsi e-KTP, Miryam S Haryani mengakui siap di panggil Pansus Angket KPK.

” Bila saya di panggil Pansus, saya siap. Namanya di panggil kan. Masalah surat itu benar saya yang catat, ” tutur Miryam, Rabu (21/6/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Di ketahui, surat yang disebut Miryam yaitu surat yang ditulis sendiri oleh Miryam serta dibacakan dalam sidang perdana Pansus KPK pada Rabu (7/6/2017) kemarin.

Surat itu dibungkus memakai amplop cokelat serta pernah dibacakan oleh Ketua Pansus Angket KPK, Agun Gunanjar.

Baca Juga  Hak Angket DPR RI akan Buka Borok KPK