SHARE

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebutkan tidak problem bila Uni Eropa selanjutnya tidak terima keanggotaan Turki di organisasi itu.

” Bila dengan lugas Uni Eropa menyebutkan tidak dapat terima keanggotaan Turki, untuk kami itu tidak jadi masalah, ” kata Presiden Erdogan dalam wawancara spesial di program BBC, Hardtalk.

Perundingan keanggotaan Turki di Uni Eropa dengan resmi diawali Oktober 2005, tetapi beragam pihak menyebutkan perundingan itu ‘berjalan begitu lamban’.

Turki mengharapkan kajian ke-2 pihak dapat dipercepat dengan perjanjian perlakuan pengungsi Timur Tengah pada awal 2016. Tetapi, perundingan kembali berhenti dengan ‘tindakan pemerintah Turki dalam menahan beberapa orang yang disangka ikut serta dalam usaha kudeta yang gagal’.

Parlemen Uni Eropa hentikan perundingan dengan argumen keprihatinan atas keadaan hak asasi manusia di Turki.

Presiden Erdogan menyebutkan Turki ‘bisa berdiri diatas kaki sendiri’ serta ‘santai dalam menanggapi tempat negara-negara anggota Uni Eropa’.

” Sebagian besar rakyat Turki tak akan inginkan Uni Eropa serta kami yakini pendekatan mereka pada Turki tidak tulus, ” kata Presiden Erdogan.

” Walau sekian, kami tetaplah jujur dengan Uni Eropa, ” tuturnya.

Masalah Qatar, kenapa Turki beri support?

Dalam wawancara spesial dengan BBC, Presiden Erdogan juga bicara mengenai support Turki pada Qatar, yang tengah alami pengucilan dari sebagian negara tetangga di lokasi seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, serta Mesir.

Presiden Erdogan menyebutkan pada dasarnya Turki ‘ingin mempromosikan dialog serta perdamaian’.

” Turki tidak mau lihat Muslim membunuh sesama Muslim di lokasi, ” kata Erdogan.

Saudi serta sebagian negara di Timur Tengah memohon Qatar penuhi tuntutan mereka supaya blokade disudahi.

Baca Juga  136 Santri Yang Akan Belajar Di Turki Diwisudai Oleh Menteri Agama

Tuntutan tersebut di antaranya yaitu tutup pangkalan militer Turki di Qatar, tetapi Presiden Erdogan menjawab tekanan ini dengan kirim semakin banyak personel militer serta kendaraan lapis baja ke Qatar.