SHARE

Setelah setahun “ditanam” oleh genk-nya sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, akhirnya Maroef Sjamsoeddin terjungkal juga. Adik kandung dari Sjafrie Sjamsoeddin tersebut menjadi Presdir terpendek sepanjang sejarah PT Freeport Indonesia.

Maroef Sjamsoeddin mengundurkan diri atau dimundurkan dari jabatannya sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, mulai Senin (18/1/2016) ini.  Juru bicara Freeport, Riza Pratama, membenarkan kabar tersebut. “Benar, beliau resign,” kata Riza.

Hal ini menjadi sangat mengherankan. Pasalnya Maroef baru setahun menjabat posisi tersebut dalam sejarahnya, Presdir Freeport minimal menduduki posisi tersebut selama tiga tahun. Bahkan Ali Budiarjo, Presdir pertama Freeport Indonesia menduduki posisi itu selama 1973-1986.

Hal ini menunjukkan selain Maroef Sjamsoeddin sebagai pejabat yang tidak berprestasi di PT Freeport Indonesia, juga dikarenakan selama ia memimpin perusahaan tersebut muncul banyak masalah. Misalnya isu soal percepatan perpanjangan kontrak Freeport yang melanggar Undang-Undang. Begitu pula kongkalikong Maroef dengan Sudirman Said, Menteri ESDM dalam menggulirkan memo eksport konsentrat yang melanggar aturan.

Dalam sebuah memo pemberitahuan tertuju semua karyawan Freeport Indonesia, tertanggal Senin 18 Januari 2016, Maroef menyampaikan pesan bahwa kontrak kerjanya sebagai Presiden Direktur Freeport Indonesia sudah berakhir.

“Dengan berakhirnya masa kontrak kerja saya selama setahun sebagai karyawan pada posisi jabatan yang dipercayakan sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan tawaran perpanjangan dari Pimpinan Freeport McMoRan, saya telah berkirim surat pengajuan pengunduran diri sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Kesempatan ini juga saya menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama yang baik dari semua pihak baik yang terkait langsung maupun tidak langsung selama saya menjalankan tugas dan fungsi yang dipercayakan oleh manajemen Perusahaan Induk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.”

Maroef sendiri juga tercatat sebagai Presdir paling kontroversial yang melakukan penyadapan illegal kepada Setya Novanto dan Riza Chalid pada 8 Juni 2015 di Pacific Place, Jakarta. Perekaman yang akhirnya dijadikan sebagai perangkap tersebut membuat Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI.

Kini kebenaran akhirnya berbicara. Maroef Sjamsoeddin harus menerima azab atas perbuatannya kepada masyarakat dan bangsa Indonesia.

Daftar Nama Presiden PT Freeport Indonesia

1973-1986: Ali Budiarjo. Ia adalah orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan tertinggi di PT Freeport Indonesia yakni sebagai Direktur Utama/Presiden Direktur. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pertahanan dan Direktur Pembangunan Nasional.  Sebelum menjabat Presiden Freeport,  ia mendirikan biro konsultan hukum Ali Budiardjo & Associates. Lalu memperoleh tawaran menjadi Vice President dan Director. Empat tahun kemudian mengambil alih jabatan Presiden Freeport sebelumnya yakni Forbes Wilson. Ali Budiarjo adalah suami Prof. Miriam Budiardjo,  guru besar ilmu politik di FISIP UI.

1986-1991: Usman Pamuntjak.  Usman Pamuntjak adalah insiyur pertambangan ITB tahun 1962. Sebelum menggantikan Ali Budiarjo, Usman adalah Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia. Usman termasuk salah seorang di antara enam orang anggota Badan Pendiri Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) yang didirikan oleh beberapa orang ahli pertambangan Indonesia.

1991-1996: Hoediatmo Hoed. Ia dikenal sebagai ekonom dan profesional. Lima tahun kemudian ia diganti namun  Hoed menjabat komisaris PT Freeport Indonesia.

1996-2006: Adrianto Machribie. Adalah Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia atau wakilnya Hoediatmo Hoed . Sempat tersiar kabar pergantian Hoed oleh Adrianto setelah terjadinya kerusuhan di Tembagapura dan Timika pada tahun 1996 itu. Adrianto pensiun dari Presdir Freeport Indonesia setelah 10 tahun menjabat. Meski demikian Adrianto masih menjabat sebagai Presiden Direktur Atlantic Copper yang masih  terafiliasi dengan PT Freeport-McMoran Copper and Gold. Selain itu, dia menjadi Penasehat Senior Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Adrianto pernah menjadi korban ledakan teroris di Hotel JW Marriott, Jakarta pada Jumat pagi, 17 Juli 2009. Setelah dari Freeport, Armando menjadi Dikrektur Utama Metro TV sejak tahun 2011.

2006-2012: Armando Mahler. Menjadi salah satu Presiden Direktur PT Freeport yang berangkat dari bawah, yakni dimulai Manager Grasberg Tambang Terbuka PT Freeport Indonesia, : VP Grasberg Mine Service PT Freeport Indonesia, EVP dan GM PT Freeport Indonesia, Deputi Presdir PT Freeport Indonesia, Presdir dan GM PT Freeport Indonesia dan akhirnya menjadi Presdir dan CEO PT Freeport Indonesia.

2012-2015: Rozik Boedioro Soetjipto. Pengganti Armando adalah mantan Meneg PU (1999-2000/kabinet Persatuan Nasional). Sebelum menjadi Presdir Freeport, Rozik adalah Mantan Komisaris PT Freeport. Ia adalah pejabat karir di Departemen Energi dan Pertambangan, dengan jabatan terakhir Dirjen Pertambangan Umum tahun 1998-1999.

2015-2016: Maroef Sjamsoeddin. Adalah purnawirawan TNI AU berpangkat Marsda. Sebelum menjadi Presdir PT Freeport Indonesia Maroef menjabat Wakil Kepala BIN. Saat menjadi Presdir banyak sekali masalah di Freeport.