SHARE

Kuat dalam bertahan, ahli waktu melepas umpan lambung ke depan, tersebut karakter Leonardo Bonucci. Saat ini, bayangan pesepakbola 30 th. dengan resmi menghilang dari Juventus Center. Markas latihan Juve yang berada di Vinovo, satu desa di Piedmont (14 Km. di barat daya kota Turin, Italia) mesti punya kebiasaan tanpa ada nada serta gerak langkah Bonbon sekali lagi.

Ya, Bonucci mengambil keputusan membelot ke AC Milan. Transfer sejumlah 42 juta euro (Rp 640 miliar) jadi rekor bek termahal yang sempat dibeli wakil kota model itu. Terlebih dulu Alessandro Nesta di tempat tertinggi waktu I Rossoneri membawa legenda tim nasional Italia dari Lazio pada 2002 yang lalu.

Di masa sepakbola modern, penjualan pemain bintang bukanlah hal yang tabu. Terlebih, histori transfer Juve serta Milan sering melibatkan beberapa nama kesohor. Sebut saja Filippo Inzaghi serta Andrea Pirlo. Toh jalinan mereka baik-baik saja. Jikalau ada friksi di lapangan, itu murni profesionalitas satu pertandingan kelas atas bertensi tinggi yang melibatkan dua tim raksasa di ‘negeri spaghetti’.

Dengan historis, kubu Bianconeri punya kebiasaan melepas aset bernilai di sebagian edisi bursa transfer. Nama besar seperti Zinedine Zidane, Inzaghi, Paul Pogba, Arturo Vidal, Zlatan Ibrahimovic, Lilian Thuram, sampai Fabio Cannavaro masuk dalam daftar pemain yang hengkang dari Turin. Tiga sosok paling akhir lebih karena sebab Juve terdegradasi ke Serie B pada 2006 lantas karena skandal Calciopoli. Pada dasarnya tidak ada penyesalan berlebihan, baik dari manajemen ataupun pengagum.

Prinsip manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, kalau tak ada pemain yang semakin besar dari club, kelihatannya jadi budaya La Vechia Signora. Juve selalu jalan dari musim ke musim, berinovasi dengan scuad tersisa sembari mencari pengganti sebanding. Dapat dibuktikan revolusi kebangkitan kubu ‘hitam putih’ termasuk cepat.

Baca Juga  Bernardeschi Disambut Hangat di Juve

Sempat terjerembab ke kasta ke-2, sesudahnya dalam satu dekade paling akhir club punya keluarga Agneli tidak tertandingi di ranah domestik dan 2 x menembus final Liga Champions. Dengan koofesien Eropa, Gianluigi Buffon serta beberapa rekanan cuma kalah dari Real Madrid, Atletico Madrid, Bayern Muenchen, serta Barcelona.

Raihan itu yaitu bukti sahih kwalitas tim, tidak perduli siapa yang bertahan dengan bendera ‘hitam putih’. Menilik dari sederet prestasi si Nyonya Tua, kelihatannya, kemilau raksasa Turin tidak mesti redup karena hilangnya Bonucci. Tetapi, semuanya sistem transfer mempunyai drama berlainan. Juga sekian yang dihadapi Bonbon.

Mesti disadari, kepergian eks jagoan Bari itu tersisa sekelumit narasi yang tidak tersentuh golongan pemula. Cuma orang dalam Juventus serta Bonucci yang tahu. Bagaimana tidak, nyaris tidak terdengar isu itu, mendadak dalam tiga hari semuanya berlangsung demikian cepat. Sang pemain bahkan juga pernah berlatih paling akhir kalinya di Vinovo sebelumnya menuju Milan.

Bagaimana perasaan Juventini di semua dunia sekarang ini? Tak ada yang tahu detil orang per orang, yang tentu berita ini cukup mengagetkan. Legenda Juve, Alessandro Del Piero, juga menilainya kabar berita ini bak lelucon. Pasalnya, Bonucci dijagokan jadi pemimpin hari esok La Vechia Signora.

Beberapa media di Eropa ramai-ramai memberitakan, kamar ganti Juventus bukanlah tempat yang nyaman untuk Bonucci sekali lagi. Suami dari Martina Maccari itu diberitakan berselisih dengan Allegri serta sebagian penggawa Bianconeri yang lain.

Narasi berawal saat Allegri berseteru dengan sang bek waktu Juventus hadapi Palermo di Serie A. Pada kompetisi kelanjutan, hadapi FC Porto di Liga Champions, Bonbon juga tidak di turunkan. Walau telah kembali normal, kemelut mencapai puncak waktu final Liga Champions di Cardiff.

Baca Juga  Nedved Buka Kemungkinan Schick Kembali ke Juventus

Saat itu sesi pertama, Juve sharing score imbang 1-1 melawan Real Madrid. El Real di buat tertekan oleh wakil Serie A itu. Fakta berlainan waktu sesi ke-2 jalan. Jala Buffon bobol 3x. Juve bahkan juga tidak dapat melepas tembakan pas tujuan ke gawang lawan.

Amburadulnya tampilan beberapa serdadu La Vechia Omcidi dikarenakan ada friksi di kamar ganti. Bonnuci dinilai jadi penyebabnya paling utama karna berseteru dengan Giorgio Chiellini serta Paulo Dybala. Nama beda yang ikut memperkeruh yaitu Dani Alves. Eks Barcelona itu bersitegang dengan Mario Mandzukic.

Manajemen juga bergerak cepat untuk menormalisasi tim mendekati musim baru. Alves serta Bonucci tidak sekali lagi jadi pasukan ‘hitam-putih’. Kabar berita tentang hengkangnya Alves tidak terlalu berlebih. Tetapi spesial untuk Bonbon, bersiap dilabeli penghianat oleh Juventini.

Raihan trofi enam scudetto kepunyaannya seakan hilang tidak berbekas. Saudari perempuan Giorgio Chiellini ikut mengecam ketentuan pria 30 th. itu. Apa pun yang berlangsung, atas nama tim, Juventus pasti tahu yang paling baik buat mereka. Situs resmi club bahkan juga mengatakan terimakasih untuk usaha keras Bonucci dalam 319 pertandingan di semuanya pertandingan dengan penambahan 21 gol.