SHARE

Bitung – Fahjrin dengan kata lain FB (18) lakukan tiga tindak kejahatan sekalian. Terkecuali mengambil, lelaki pengangguran itu memperkosa serta menikam Syt (65) sebelumnya sang nenek tewas. Pernah buron sepanjang tiga hari, Fahjrin pada akhirnya tertangkap, Selasa, 11 Juli 2017.

Fahjrin diamankan Tim Resmob Polres Bitung di lokasi Amurang, Minahasa Selatan. Petugas menyarangkan timah panas di dua kakinya. Yang satu di lutut kaki kiri, satunya sekali lagi diatas tumit kaki kanan, karna waktu disergap, kriminil itu coba kabur.

Waktu diwawancarai beberapa wartawan di Mapolres Bitung, Fahjrin menjelaskan urutan peristiwa. Diakuinya masuk ke tempat tinggal korban mulai sejak Minggu siang, 9 Juli 2017. Kebetulan tempat tinggal toko itu dalam kondisi sepi.

Toko sekali lagi ditutup serta nyaris semuanya penghuni tengah keluar. Dia leluasa mengambil serta menggasak uang sekitaran Rp 15 juta.

” Saya masuk lewat jendela kamar di lantai II. Saat itu sekitaran jam 12 siang. Saya segera mencari barang bernilai serta temukan uang, ” kata dia.

Waktu asik menjarah, dia dipergoki korban. Saat itu, korban baru keluar dari kamar mandi dengan keadaan hampir bugil. Tidak menginginkan kondisi ramai Fahjrin juga melakukan tindakan nekat.

Awalannya hanya menganiaya korban dengan tangan serta benda tumpul, dia lantas ambil pisau di dapur tempat tinggal itu. Korban juga ditikam oleh aktor. Tikaman itu tentang kepala sisi belakang korban.

Waktu lihat sang nenek telah tidak berdaya, nafsu birahi Fahjrin malah keluar. Dia menyetubuhi korban yang tengah bersimbah darah.

” Saat saya perkosa, korban masih tetap hidup, masih tetap bergerak, ” tutur dia.

Sesudah lakukan semuanya Fahjrin belum juga segera pergi. Dia masih tetap selalu ada disana sampai sebagian jam lalu.

” Saya kelak keluar sekitaran jam 5 sore. Saya tetaplah lewat di jendela di lantai II, ” ucap aktor sembari mengakui menenggak miras sebelumnya peristiwa.

Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting menyebutkan perbuatan aktor telah diluar batas kewajaran. ” Perbuatan aktor begitu biadab serta keji. Sekalipun diluar akal sehat manusia, ” tutur Kapolres.

Kapolres menyebutkan, hukuman berat layak disematkan pada aktor. Yang berkaitan mesti dihukum setimpal untuk tindakannya.

” Jadi saya sangka dia memanglah layak dilumpuhkan. Namun itu saja belum juga cukup, sistem hukum mesti jalan sesuai sama prosedur. Dia mesti dibawa ke pengadilan supaya dijatuhi sangsi pidana, ” tandas Ginting.

Dia memberikan, penyidik juga akan memakai tiga pasal sekalian. Fahjrin dijerat dengan Pasal 365 KUHP, Pasal 338 KUHP serta Pasal 285 KUHP. ” Pasal 365 KUHP untuk pencurian dengan kekerasan, Pasal 338 KUHP untuk pembunuhan, serta Pasal 285 KUHP untuk pemerkosaan. Untuk hukumannya seperti apa agar hakim yang putuskan. Yang pasti saya percaya dia terkena unsur pemberatan, ” papar Kapolres.