SHARE

JAKARTA — Menteri ESDM Ignasius Jonan mengambil keputusan untuk memotong biaya kementeriannya sebesar Rp 460 miliar. Pemangkasan biaya ini dikerjakan sesuai sama ketentuan Presiden yang memohon semua kementerian lakukan efisiensi.

Jonan menyebutkan pemangkasan biaya itu sudah ia pikirkan dengan masak. Sebagian pos alokasi pemangkasan dikerjakan karna dinilai tidak efektif serta dapat ditekan supaya dapat menghemat pos biaya.

Jonan menerangkan pemangkasan biaya sebesar Rp 460 miliar itu terbagi dalam pemangkasan selisih harga perkiraan sesaat (HPS) pengadaan barang serta layanan di Ditjen Migas serta Tubuh Geologi sebesar Rp 122, 6 miliar. Diluar itu, Kementerian ESDM juga lakukan penghematan berbelanja barang sebesar Rp 111, 3 miliar.

” Pemangkasan ini tidak menyentuh project project perlu. Ini semangatnya efisiensi. Rata rata penghematan dikerjakan untuk berbelanja barang serta perjalanan dinas. Kita ngurangin berbelanja layanan seperti gunakan konsultan gitu, tidak butuh lah, ” tutur Jonan di Komisi VII DPR RI, Senin (10/7) malam.

Untuk penghematan pos berbelanja barang sebesar Rp 111, 3 miliar itu satu diantaranya kurangi cost pengadaan tangki timbun bahan bakar. Pengadaan barang ini awal mulanya merogoh kocek APBN sebesar Rp 227, 2 miliar. Saat pemangkasan biaya, Jonan menilainya pengadaan ini juga akan ditugaskan pada tubuh usaha.

” Jadi tidak juga akan memengaruhi program. Pada saat dapat kita tugaskan, ya tidak problem. Yang perlu program jalan, namun kwalitas biaya tetaplah bagus, ” tutur Jonan.

Ia juga menyebutkan pembangunan tangki tambah baik diserahkan ke PT Pertamina (Persero) saja karna Kementerian ESDM tidak dapat mengelola tangki dengan profesional. Disamping itu, pengurangan tim pakar dapat menghemat biaya berbelanja cukup penting.

Terlebih dulu, APBN 2017 mengambil keputusan pagu biaya Kementerian ESDM sebesar Rp 7, 03 triliun. Saat Jonan memajukan penghematan biaya sekarang ini pagu APBN Kementerian ESDM jadi Rp 6, 56 triliun.