SHARE

Kepala kepolisian Minneapolis, AS Janee Harteau, Jumat (21/7/2017), mengundurkan diri dari jabatannya sesudah dikritik berkaitan perlakuan masalah tertembaknya warga Australia Juicetine Damond.

Selesai insiden penembakan yang berlangsung pada akhir minggu lantas itu, Harteau baru keluar ke muka umum pada Kamis (20/7/2017). Dia beralasan barusan liburan di satu tempat terpencil di pegunungan.

Lalu wali kota Minneapolis Betsy Hodges memohon sang kepala polisi mengundurkan diri. Keinginan itu lalu dipenuhi Harteau.

” Saya kehilangan keyakinan pada kekuatan kepemimpinan kepala kepolisian, ” kata wali kota Hodges.

” Dari banyak pembicaraan dengan adanya banyak kelompok di semua kota, terlebih selama minggu ini, tampak terang dia (Harteau) sudah kehilangan keyakinan dari warga Minneapolis, ” lebih Hodges.

Waktu menginformasikan pengunduran dianya, Harteau menyebutkan dia memberi peluang untuk pemimpin baru untuk lakukan semakin banyak hal untuk meningkatkan kepolisian.

Tidak lama sesudah pengunduran diri Harteau, wali kota menunjuk Medaria Arradondo jadi kepala kepolisian yang baru.

Arradondo, terlebih dulu menjabat wakil kepala kepolisian, adalah ” muka ” kepolisian Minneapolis pasca-insiden penembakan berlangsung.

Tetapi, perubahan kepala kepolisian ini belum juga meredam amarah warga kota. Bahkan juga, di waktu wali kota Hodges memberi pernyataan pers, beberapa pengunjuk rasa pernah menggantikan podium sang wali kota.

” Kami tidak ingin terima langkah ini. Perubahan ini sebatas kosmetik, kami kehendaki perubahan institusional, ” kata seseorang pengunjuk rasa.

Beberapa pengunjuk rasa ini mempertanyakan akuntbilitas kepolisian dalam menanangani masalah salah tembak itu.

” Kami tidak menginginkanmu jadi wali kota Minneapolis. Anda tidak efisien jadi pemimpin, ” kata pengunjuk rasa yang lain.

Juicetine Damond (40), seseorang pelatih meditasi, menghubungi polisi pada Sabtu minggu lantas sesudah mendengar bebrapa nada mencurigakan serupa nada seorang yang tengah diperkosa.

Petugas Matthew Harrity yang merespon panggilan itu terperanjat waktu mendengar bebrapa nada yang sekian kencang.

Tidak lama, Juicetine keluar serta hampiri mobil polisi yang dikendarai Harrity serta partnernya, Mohamed Noor yang tak tahu kenapa melepas tembakan yang lalu menewaskan Juicetine.

Biro Masalah Kriminil (BCA) negara sisi Minnesota yang menginvestigasi penembakan itu menyebutkan, Noor selalu menampik untuk di check.

Tetapi, beberapa penyidik berhasil temukan serta wawancarai seseorang saksi mata insiden memilukan itu.

Saksi mata itu tengah bersepeda di dekat tempat peristiwa serta berhenti untuk melihat ke-2 petugas itu memberi pertolongan pertama.

Selama ini BCA tidak menerangkan pernyataan yang didapatkan saksi itu pada beberapa penyidik.