SHARE

Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo melaporkan saksi sidang korupsi e-KTP Jimmy Iskandar Tedjasusila dengan kata lain Bobby ke Bareskrim Polri. Bobby dilaporkan atas sangkaan pencemaran nama baik.

” Laporan itu bakal kami dalami serta tekuni. Nanti bakal ditetapkan apakah laporan itu dapat naik ke step penyelidikan atau tak, ” tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul pada detikcom di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2017).

Berdasar pada info yang didapat detikcom, laporan Irvanto di terima Bareskrim dengan nomor TBL/382/IV/2017/Bareskrim. Dia melaporkan Bobby ke Bareskrim pada Kamis (20/4) minggu lantas atas tuduhan pencemaran nama baik seperti ditata dalam pasal 310 KUHP serta 311 KUHP.

Martinus menyampaikan, walau dalam sistem peradilan, pada prinsipnya Polri tak bisa menampik laporan orang-orang.

” Prinsipnya begini, Polri tak bisa menampik laporan dari orang-orang walau itu didalam sistem pengadilan, ” katanya.

Bobby dalam persidangan e-KTP, Kamis (20/4) menyebutkan Irvan pernah bicara masalah jatah untuk Senayan berkaitan proyek pengadaan e-KTP. Irvan yang juga Direktur PT Mukarabi Sejahtera itu menyebutkan angka 7 % untuk Senayan.

” Saya ngobrol-ngobrol enjoy dengan Irvan di ruangnya. Dia pernah bicara biayanya (e-KTP) gede banget. Saya bertanya, berapakah? Besar toh? Dia jawab 7 %. Dia katakan buat Senayan, ” tutur Bobby di persidangan.

Bobby adalah anggota tim Fatmawati dari PT Java Trade Paling utama. Tim Fatmawati yang dibuat Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong mempunyai tujuan untuk memuluskan sistem lelang serta proses pengadaan e-KTP untuk kemenangan konsorsium PNRI.

” Namun tidak tahu Senayan siapa. Namun itu ngobrol-ngobrol enjoy saja sembari nunggu dokumen usai, ” sambung Bobby.