SHARE

Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Bekasi, Agus Setiawan menyebutkan banyak warga yg tidak senang serta tidak terakomodir tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), hal semacam ini juga karena sebab warga kurang memahani system.

“Tahun ini pertama kalinya SMK dikelola oleh propinsi dengan system on-line. Tempo hari (Senin) ada warga yang tida senang karna tidak terakomodir dari pendaftaran siswa baru lewat system PPDB On-line, ” tutur Agus waktu didapati di SMKN 2 Kota Bekasi, Selasa (11/7/2017).

Ia menerangkan, sebagian warga kurang memahami pada system on-line itu. Sebab, pendaftaran dengan automatis terbaca serta diseleksi oleh system on-line itu. Hingga, kata Agus, sekolah tidak bisa berbuat apa-apa.

Mengenai SMKN 2 Kota Bekasi terima siswa dari jalur akademik, afirmasi, serta non-akademik dengan kuota sejumlah 504 siswa, tetapi ada 4 orang siswa yg tidak naik kelas, hingga kuota penerimaan siswa sejumlah 500 orang.

Untuk jalur akademik mempunyai kuota sebesar 70 % ditujukan pada siapapun siswa yang ada di daerah Jawa Barat lewat pertandingan nilai.

Lalu, jalur prestasi ada kuota 10 % untuk semua Jawa Barat, serta untuk jalur afirmasi kuotanya 20 %.

“Jalur afirmasi ini dapat dipakai untuk warga yang kurang dapat dengan tunjukkan Surat Info Tidak Dapat (SKTM), Kartu Indonesia Pandai (KIP), serta Kartu Bekasi Sehat, ” kata Agus.

Hingga, lanjut Agus, jika warga yang kurang dapat tidak mempunyai kartu itu, jadi peluang besar mereka kalah berkompetisi dengan warga yang mempunyai kartu.

Untuk Agus, hal semacam ini adalah satu diantara yang belum juga dapat dipahami warga sekitaran, serta warga terasa diperlakukan tidak adil.

Terlebih dulu, pada Senin (10/7/2017) beberapa Orang-tua murid yang disebut warga Ciketing Udik Kota Bekasi lakukan unjuk rasa ke SMKN 2 Kota Bekasi tentang PPDB On-line tingkat SMA serta SMK.

Sebagian dari warga datang untuk menyuarakan supaya sekolah memberi kebijakan penerimaan siswa baru di SMKN 2 Kota Bekasi. Sebab, banyak warga sekitaran sekolah yang anaknya tidak di terima di sekolah itu.