SHARE
Novel Baswedan, salah satu penyidik senior KPK .

Beberapa waktu lalu, heboh rekaman pengakuan seseorang bernama Nico (Mico) Panji Tirtayasa yang mengaku sebagai keponakan dari keponakan Muhtar Ependy, terhukum kasus penyuapan hakim Mahkamah Konstitusi Akil Muhtar.

Mico atau Nico mengaku jika selama ini sudah mengeluarkan Kesaksian palsu dalam sidang Akil Muhtar dan suap pilkada di Jawa Barat.  Ia mengaku dipaksa oleh penyidik KPK, Novel Baswedan untuk memberikan keterangan atau Kesaksian palsu. Atas jasanya itu ia diberi uang lewat transferan uang dari KPK ke rekeningnya.

Setelah sekain lama berlalu, Novel Baswedan, disiram air keras oleh seseorang yang tak dikenal pada April lalu.

Kini penyidik kepolisian tengah menyelidiki teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Nico atau Mico menjadi salah satu saksi yang diperiksa. Pemeriksaan dilakukan Kepolisian berkaitan dengan testimoni Mico yang direkam dalam bentuk video, kemudian tersebar di media sosial.

Di dalam video itu, secara jelas dan terang-terangan, Mico mengaku diancam Novel untuk memberikan kesaksian palsu terkait dengan perkara suap Akil Mohctar.

Setelah menjadi viral dan terkesan menyudutkan KPK, maka komisi antirasuah itu seperti tergopoh-gopoh.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan dulu,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (19/5/2017).

Menurut Febri, isi dari pemeriksaan tersebut adalah ranah kepolisian. KPK akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait pemeriksaan Mico.

“Yang mengetahui secara persis indikasi keterkaitan pihak yang ditangkap dengan penyerangan terhadap Novel tentu tim dari Polri yang menangani. Hasilnya nanti perlu kita dengar dulu dari Polri,” ucap Febri.

Pada Kamis (18/5), Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Mico telah diperiksa. Mico juga tidak ditahan setelah diperiksa.

“Sudah diperiksa, diamankan dan dicek semua apa yang dia sebutkan, bukti-buktinya. Kalau dia mengatakan ada tekanan atau keterangan palsu juga sudah dicek, juga saksi-saksi, kemudian dokumen-dokumen. Ada bukti transfer bank,” kata Tito.

Pemeriksaan terhadap Mico, disebut Kapolri, dilakukan berdasarkan video testimoni di medsos. Dalam video, Mico berbicara mengenai kasus pamannya, Muhtar Ependy, yang dijerat KPK dalam kasus kesaksian palsu terkait dengan perkara suap Akil Mohctar.

Dalam video berdurasi 2 menit 40 detik tersebut, Mico menyebutkan nama lengkapnya adalah Mico Panji Tirtayasa. Mico meminta maaf kepada pamannya, Muhtar Ependy, karena ia memberikan keterangan palsu. Ia mengakui kesalahannya saat menjadi saksi dalam kasus Akil Mochtar.

Dalam video itu, Mico juga mengaku diancam oleh 3 orang apabila tidak memberikan kesaksian palsu. Tiga orang yang disebut Mico itu adalah Novel Baswedan, Abraham Samad (mantan Ketua KPK), dan Bambang Widjojanto (mantan Wakil Ketua KPK).

“Kita lihat kasusnya Mico ini. Dia mengatakan dia merekam video kemudian memviralkan seorang diri untuk menetralisir situasi dalam keluarganya yang terjadi perpecahan, setelah dia memberikan kesaksian terutama dengan pamannya yang bernama Muhtar Ependy,” papar Tito.

KPK pun seperti tersengat atas Kesaksian Mico ini. Jika benar tuduhan Mico, maka pantaslah jika hak angket muncul dan pansus angket KPK harus segera dibentuk untuk menelusurusi kejahatan Noval, Abraham dan Bambang.