SHARE
Kesaksian Gamawan Fauzi, langsung dibantah M. Nazaruddin.

Kutukan yang akan diterima oleh Gamawan Fauzi semakin mendekati kenyataan. Apalagi jika menyimak dari keterangan dari Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Mantan bendahara Partai Demokrat ini seperti memiliki banyak amunisi yang siap ia muntahkan guna menelanjangi mantan koleganya dalam mengentit uang negara. Kali ini giliran Gamawan Fauzi yang terkena “peluru” Nazaruddin.

Mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu kembali lugas menyatakan jika terdapat pembagian jatah untuk pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait proyek e-KTP. Duit jatah Kemendagri sudah dialokasikan dalam catatan pengusaha Andi Narogong yang memberikan ijon untuk meloloskan anggaran e-KTP di DPR.

“Jadi dari total itu (kerugian negara sebesar 2,3 triliun) 7 sampai 8 persen itu untuk pejabat Kemendagri,” ujar Nazaruddin saat bersaksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

Hanya saat ditanya hakim, Nazaruddin memang mengaku tidak melihat langsung penyerahan uang ke pejabat Kemendagri di bawah Gamawan Fauzi. Namun dia melihatnya dari catatan Andi Narogong.

“Melihat langsung dengan matam saya tidak tahu, tapi saya lihat catatan-catatan itu dari Andi,” kata Nazar. Ia juga membeberkan adanya pertemuan Andi Narogong dengan Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, terkait proyek e-KTP.

“Jadi waktu itu gini, surat penetapan itu lama keluarnya, dan Andi lapor ke Mas Anas ada masalah. Lalu Andi bilang ada permintaan 2 juta USD, setelah itu diserahkan, kata Andi surat langsug keluar. Tapi saya nggak pernah itu klarifikasi ke Mendagrinya,” ujar Nazaruddin.

Aliran dana ke Gamawan Fauzi itu juga sudah dinyatakan Jaksa KPK dalam surat dakwaan kepada Irman dan Sugiharto. Gamawan Fauzi disebutkan telah menerima uang sebesar 4,5 juta dolar AS (sekitar 60 miliar) dan 50 juta rupiah. Uang yang diterima oleh Gamawan, adalah sogokan terbesar, karena dialah dalang dan otak korupsi proyek e-KTP ini.

Baca Juga  Akbar Tanjung Minta KPK Klarifikasi Persoalan Setya Novanto

Pemberian duit itu terkait dengan pelelangan e-KTP agar tidak dibatalkan dan harus jatah ke tangan PNRO dan Andi Narogong. Selain itu ada juga uang yang diberikan terkait penetapan Konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang.

Sebelumnya, dakwaan dan keterangan Nazaruddin itu sudah dibantah keras oleh Gamawan. Dia meminta masyarakat Indonesia mengutuknya apabila terbukti menerima uang itu.

“Satu rupiah pun saya tidak pernah menerima, Yang Mulia. Demi Allah, saya kalau mengkhianati bangsa ini menerima satu rupiah, saya minta didoakan seluruh rakyat Indonesia, saya dikutuk Allah SWT,” kata Gamawan yang tengah menghitung hari untuk menjadi Malin Kundang di era demokrasi ini.