SHARE

Kasus rekaman illegal mulai menampakkan penyelesaiannya. Kesaksian, Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, pada Sidang MKD 14 Desember di gedung DPR, membuat kasus permintaan saham dan pencatutan nama  sebenarnya hanya lelucon saja.

Menurut Luhut Panjaitan, saham yang akan dibagikan Freeprt sebesar 30 persen atau setara dengan 1,6 miliar Dolar AS, sangat mustahil dibagiakan begitu saja. Ada banyak proses yang harus dilakukan oleh Freeport sebagai perusahaan tambang yang terdaftar di Bursa Saham New York, untuk membagi-bagikan saham begitu saham kepada pihak swasta, individu atau perseorangan.

“Jadi sangat aneh menurut saya. Ada proses yang harus ditempuh, pertama saham itu dibagikan ke pemerintah, kemudian ke pemerintah daerah Papua, lalu ke BUMD Papua dan terakhir ke individu lewat bursa saham. Tidak mungkin langsung dibagikan ke individu,” ujar Luhut.

Hal ini tentu saja mengklarifikasi pemutarbalikkan fakta oleh banyak media, terutama yang dilakukan oleh media milik Surya Paloh, Metro TV, yang selalu memelintir berita seolah-olah Setya Novanto meminta saham atau membagi-bagikan saham Freeport.

Luhut Panjaitan juga mengingatkan bahwa percapakan yang direkam Maroef Syamsudin, Presidr Freeport, yang belum tentu kebenarannya kemudian dijadikan sebagai isu untuk memfitnah seseorang seperti Ketua DPR RI. “Saya ingatkan kepada yang muda-muda ini untuk tidak menjadikan isu yang belum tentu benar sebagai sebuah pemberitaan,” kata Luhut Panjaitan.

Bagi Luhut untuk meneliti, kebenaran tentang rekaman illegal itu, ia meminta agar Kepolisian untuk melakukan uji forensic atas kebeneran rekaman itu. “Sebaiknya tanyakan saja ke polisi dan lakukan tes untuk mengetahui kebenarannya,” kata Luhut.

Persoalan rekaman illegal sendiri menjadi clear kala Luhut diminta oleh anggota MKD untuk mencarinya di Kejaksaan Agung. “Saya sudah telepon Jaksa Agung dan menurut Jaksa Agung, rekaman itu tidak boleh diberikan ke orang lain oleh Maroef Syamsudin,” kata Luhut.

Keterangan Luhut ini membuat spekulasi tentang isi rekaman illegal itu yang memang sengaha disembunyikan oleh MKraoef Syamsudin. Presdir Freeport itu memang untuk tidak mengungkapkan keasliannya.