SHARE

New York – Harga emas mencatatkan kenaikan bersamaan ketidakpastian politik di Amerika Serikat (AS). Diluar itu, pasar juga di pengaruhi testimoni pimpinan the Federal Reserve Janet Yellen masalah kenaikan suku bunga dengan bertahap.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik US$ 4, 4 atau 0, 4 % jadi US$ 1. 2910, 10 per ounce.

Analis memprediksi, penguatan harga emas didorong ada gejolak di gedung putih. Hal semacam ini selesai launching e-mail Donald Trump Jr berkaitan pertemuan dengan pengacara Rusia pada th. kemarin.

Ada gejolak itu dinilai juga memotong kesempatan kebijakan pajak serta infrastruktur untuk tingkatkan ekonomi yang terlebih dulu dijanjikan pemerintah.

” Berita Trump yaitu hanya satu aspek mensupport harga emas, ” tutur Chintan Karnani, Analis Insignia Consultans seperti diambil dari situs Marketwatch, Kamis (13/7/2017).

Ia menjelaskan, kenaikan harga emas juga mendorong dengan teknikal tidak jatuh dibawah kisaran US$ 1. 200. Terlebih dulu harga emas pernah turun selesai pernyataan Yellen. Tetapi harga emas menguat.

” Saya prediksikan kenaikan suku bunga pada Oktober bila data tenaga kerja AS laju pertumbuhannya bertahan seperti saat ini, ” tutur Karnani.

Dalam pidatonya di Capitol Hill, the Federal Reserve selalu mengharapkan perubahan ekonomi juga akan menanggung kenaikan suku bunga dengan bertahap. Sentimen itu juga dorong indeks dolar AS naik 0, 1 %.

Mengenai kenaikan suku bunga turunkan harga emas bersamaan aktor pasar juga akan mengalihkan aset investasi ke saham. Tingkat suku bunga yang tinggi dapat juga tingkatkan nilai dolar AS. Ini berlawanan dengan harga emas.

The Federal Reserve diprediksikan menambah setidak lagi suku bunga pada 2017. Diluar itu the Federal Reserve akan kurangi neraca sejumlah US$ 4, 5 triliun.