SHARE

BANDA ACEH — Khatib shalat Jumat diinginkan mengemukakan info paling baru pada jamaah mengenai keadaan Masjid Al-Aqsa di Palestina yang hari ini alami keadaan yang miris. Seperti di ketahui, mulai sejak sekian hari paling akhir Masjid Al-Aqsa sudah ditutup oleh penjajah Israel.

Hal itu di sampaikan Sekjend Pengurus Lokasi Tubuh Koordinasi Mubaligh Indonesia (PW Bakomubin) Propinsi Aceh, Teuku Zulkhairi MA. Menurut Zulkhairi, Masjid Al-Aqsa adalah satu diantara lambang terutama peradaban umat Islam. Masjid ini adalah kiblat pertama umat Islam, juga dimaksud dalam Alquran jadi tempat dimana Nabi Muhammad SAW mulai perjalanan Mi’raj untuk terima keharusan shalat satu hari semalam lima saat untuk umat Islam.

“Oleh karenanya, kata Zulkhairi, begitu layak serta bahkan juga adalah keharusan untuk tiap-tiap muslim untuk perduli pada kemuliaan Al-Aqsa, ” kata Zulkhairi dalam launching yang di terima Republika. co. id, Kamis (20/7).

Sesaat hari ini, kata Zulkhairi, berita paling akhir dari beragam sumber, keadaannya begitu miris sekali. Bahkan juga untuk shalat Jumat di Al-Aqsa saja umat Islam di Gaza dilarang oleh Israel. Demikian halnya azan ikut dilarang untuk dikumandangkan. Ini keadaan paling jelek untuk Al-Aqsa mulai sejak beberapa puluh paling akhir, yakni mulai sejak paling akhir kali Israel tutup masjid ini pada th. 1967.

“Ini adalah penghinaan paling berat Israel pada umat Islam waktu dimana kita melihat dunia Islam tengah berpecah iris hingga tidak dapat menghindar Israel dari kebiadabannya mengejek Masjid Al-Aqsha serta semua umat Islam, “ tutur mahasiswa Program Doktor UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Dengan penyampaikan info mengenai Al-Aqsa pada jamaah, kata Zulkhairi sekali lagi, diinginkan umat Islam sadar serta mengerti tanggung jawab besar di pundak mereka untuk menolong keselamatan Masjid Al-Aqsa. “Sebab, keadaan miris Masjid Al-Aqsa hari ini mengisyaratkan kalau umat Islam sekarang ini ada di puncak kekurangannya, ” katanya.

Baca Juga  Terkait Penutupan Masjid Al-Aqsa, Israel Dikecam di Konferensi PBB

Oleh karenanya, peranan khatib untuk mengemukakan keadaan ini pada umat begitu diinginkan. “Bagi orang-orang umum menolong lewat cara mendoakan supaya penjajah Israel selekasnya hengkang dari bumi Palestina. Sesaat untuk petinggi atau politisi serta siapapun yang mempunyai kekuasaan supaya lakukan usaha diplomasi-diplomasi untuk memohon dunia internasional supaya memaksa Israel hentikan provokasi mereka di Masjid Al-Aqsa, “ pungkas Zulkhairi.