SHARE

ANKARA — Komentar oleh petinggi Jerman tentang penangkapan enam pegiat hak asasi manusia Turki, termasuk juga seseorang warga Jerman, tidak bisa di terima serta adalah bentuk campur tangan pada pengadilan, kata Kementerian Luar Negeri Turki, Kamis (20/7).

Jerman pada Rabu mengangkat peluang untuk menangguhkan pembayaran pertolongan Uni Eropa ke Turki sesudah menyebut duta besar Ankara ke Berlin untuk protes penangkapan enam orang itu, termasuk juga pimpinan Amnesty International Turki, Idil Eser.

Warga Jerman Peter Steudtner termasuk juga diantara beberapa orang yang dipenjara waktu menunggu persidangan atas tuduhan terorisme, yang oleh Berlin di beri label ” tidak masuk akal “, dalam satu langkah yang setelah itu tingkatkan kemelut pada sekutu NATO itu.

” Ada campur tangan segera di pengadilan Turki serta komentar yang dipakai yang melampaui batas, ” kata kementerian luar negeri Turki, mengacu pada komentar oleh petinggi pemerintah Jerman serta juru bicara kementerian luar negeri.
” Komentar itu lagi tunjukkan standard ganda dalam pendekatan mereka pada hukum beberapa orang yang menghindar teroris dibawa ke pengadilan sembari merangkul anggota grup teroris yang membidik negara kita, ” kata kementerian itu.

Ke-6 pegiat hak asasi manusia itu termasuk juga diantara 50 ribu orang yang ditahan karna pengadilan yang ditangguhkan dalam usaha Turki lakukan penindakan keras pascapercobaan kudeta setahun kemarin.

Idil Eser, direktur Amnesty setempat, yaitu satu dari 10 pegiat termasuk juga seseorang warga Jerman serta Swedia yang ditahan pada 5 Juli waktu menghadiri satu lokakarya keamanan digital serta manajemen info di satu hotel dekat Istanbul.

Disamping itu, pada Senin (17/7) Turki perpanjang pemerintahan dalam kondisi darurat sepanjang tiga bln. sekali lagi, nyaris satu tahun sesudah diberlakukan sesudah kudeta militer yang tidak berhasil pada Juli kemarin. Pemerintah memohon parlemen memperpanjangnya untuk keempat kali serta proposal itu di setujui oleh majelis. Partai AK yang di pimpin Presiden Tayyip Erdogan mempunyai nada sebagian besar di parlemen.

Baca Juga  Ratusan Ribu Orang Banjiri Istanbul Guna Protes Penangkapan Usai Kudeta

Perpanjangan pemerintahan darurat itu berjalan sesudah acara-acara pada akhir minggu yang diselenggaraan untuk menandai kudeta tidak berhasil yang menewaskan sekitaran 250 orang, beberapa besar warga sipil yang tidak bersenjata.

Mulai sejak kondisi darurat diberlakukan pada 20 Juli th. lantas, lebih 50. 000 orang sudah di tangkap serta 150. 000 dipecat dalam operasi penumpasan. Beberapa penentang Erdogan menyebutkan operasi itu sudah mendorong Turki ke arah pemerintahan yang otoriter.

Pemerintah menyatakan kalau aksi itu dibutuhkan untuk hadapi tantangan keamanan yang dihadapi Turki serta mengikis sampai ke akar-akarnya beberapa pendukung Fethullah Gulen, ulama yang berkedudukan di Amerika Serikat yang disebutkan ada dibalik usaha kudeta itu. Gulen sudah menyanggah keterlibatannya.