SHARE

Washington DC – Putra Presiden Donald Trump, Donald Trump Jr, menginformasikan rangkaian e-mail yang memerlihatkan dia di tawarkan info ‘sensitif’ mengenai Hillary Clinton.

Tawaran itu di sampaikan oleh seseorang warga negara Rusia.

Praktisi jalinan masyrakat asal Inggris, Rob Goldstone, menyebutkan pada Donald Trump kalau ada info yang disebut ‘bagian dari support Rusia serta pemerintahnya untuk mensupport Trump’.

Beberapa petinggi Amerika Serikat tengah menyelidiki campur tangan Rusia dalam penentuan presiden AS akhir th. lantas, dengan kemenangan Trump atas Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

E-mail pada Trump Jr, yang diumumkan lewat Twitter itu, menyebutkan, ” Jaksa penuntut Rusia telah tawarkan untuk berikan kampanye Trump beberapa dokumen resmi serta info yang juga akan mendakwa Clinton serta transaksinya dengan Rusia serta juga akan sangat bermanfaat untuk bapak Anda. ”

Trump Jr menjawab : ” Bila itu yang Anda katakan, Saya sukai itu. ”

Sangkaan mengenai jalinan Rusia dengan tim kampanye Trump telah lama mengemuka, serta BBC coba menerangkan banyak hal dibalik sangkaan itu.

Awal ‘kasus’

Mulai sejak dipilih jadi presiden, Donald Trump dibuntuti dengan tuduhan kalau Rusia berusaha untuk mensabotase kampanye Hillary Clinton, calon dari Partai Demokrat.

Awalannya yaitu saat Mei 2016, saat keluar laporan pertama kalau peretas jadikan Partai Demokrat jadi tujuan. Dalam dua bln. kedepan, laporan-laporan mengatakan tubuh intelijen AS mencarinya ke beberapa peretas dari Rusia.

Bln. Juli, saat malam mendekati Konvensi Nasional Demorat, Wikileaks menerbitkan 20. 000 e-mail internal yang berhasil dicuri oleh beberapa peretas.

Tubuh-badan intelijen AS menyebutkan yakin dengan ‘keyakinan tinggi’ kalau Rusia ada di belakang operasi itu, tetapi tim kampanye Trump dengan terbuka menampik untuk terima temuan itu.

Baca Juga  5 Hal Terkait Pertemuan Putra Presiden Trump dengan Pengacara Rusia

Terlebih dalam satu konferensi pers, Trump menyebabkan kemarahan dengan mengajak beberapa peretas Rusia untuk mengarah e-mail pribadi Clinton yang kontroversial, dengan menyebutkan : ” Rusia, bila Anda mendengar, saya berharap Anda dapat temukan 30. 000 e-mail yang hilang. ”

Dua bln. menjabat presiden. Direktur FBI, James Comey, mengukuhkan dalam satu dengar pendapat terbuka, yang tidak sering berlangsung, dengan Komite Intelijen Kongres kalau biro penyidik itu menyelidiki sangkaan campur tangan Rusia dalam penentuan presiden 2016.

Comey menyebutkan kalau hal tersebut adalah penyelidikan ‘berlanjut’ yang diawali mulai sejak Juli 2016.

Tetapi pada tanggal 9 Mei, Comey dipecat.

Gedung Putih awalannya menyebutkan pemecatan berkaitan dengan penangangan atas penyelidikan mengenai bebrapa e-mail Clinton, tetapi Presiden Trump terakhir menyebutkan ‘soa ; Rusia’ adalah satu aspek.

Satu hari sesudah Comey diberhentikan, pada 10 Mei, Trump berjumpa dengan menteri luar negeri serta duta besar Rusia di kantor resmi presiden, Oval Office.

Perubahan Terakhir

Presiden Trump senantiasa menyanggah kalau dia ketahui problem itu sesaat Rusia juga berkali-kali menyanggah campur tangan.

Bln. Mei, Departemen Kehakiman menunjuk bekas Direktur FBI, Robert Mueller, jadi penasehat spesial untuk lihat problem berkaitan Rusia ini.

Tetapi sekian hari lantas, Donald Trump Jr mengaku berjumpa dengan seseorang pengacara Rusia, Natalia Veselnitskaya, pada 9 Juni 2016 sesudah diberitahu kalau dia mempunyai materi yang dapat mengakibatkan kerusakan Clinton.

Dia menyatakan kalau pengacara itu memberi ‘informasi yg tidak berarti’ tetapi menginginkan mengulas sangsi atas sebagian individu warga Rusia. Bagaimanapun untuk pertama kalinya dapat dibuktikan ada pertemuan pribadi pada seseorang warga negara Rusia dengan beberapa orang dekat Presiden Trump.

Veselnitskaya -yang mempunyai kaitan dengan pemerintah Rusia- menyatakan tidak sempat mempunyai info yang dapat mengakibatkan kerusakan Clinton.

Baca Juga  Donald Trump Jr di Izinkan Agen Rahasia Temui Rusia

Dia menyebutkan Trump Jr serta dua staf senior tim kampanye berjumpa dia pada musim panas lantas karna mungkin saja mereka ‘menginginkan’ info sesuai sama itu.

Siapa Rob Goldstone?
Dalam profilnya, diakuinya jadi bekas wartawan Inggris yang sempat bekerja di satu harian serta stasiun radio tetapi tidak menerangkan dengan terang tempat kerjanya.

Laporan-laporan media mengatakan dia jadi ‘wartawan tabloid’.

Pria kelahiran Manchester ini saat ini mengelola perusahaan jalinan orang-orang, Oui 2 Entertainment, yang diantaranya bekerja untuk Penentuan Ratu Dunia, yang sempat dipunyai Donald Trump.

Sepanjang satu tahun lebih terakhir dia menolong beberapa orang populer, seperti mendiang Michael Jackson serta BB King, ataupun entrepreneur populer Inggris, Richard Branson.

Meskipun bekerja dengan beberapa orang populer, namanya tidak sangat kedengaran hingga tersingkapnya perincian mengenai perannya dalam pertemuan putra presiden Trump Jr ini.