SHARE

Surabaya – Persoalan Panti Bimbingan Darrul Mushthofa dengan keluarga satu diantara anak asuhnya hingga ke telinga Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya. Dinsos juga memfasilitasi pertemuan antar mereka.

Pertemuan itu difasilitasi segera oleh Kadinsos Surabaya Supomo. Dihadapan Supomo, pihak panti bercerita apa sebagai permasalahannya termasuk juga masalah keberatan panti apabila GR serta CPA di ambil oleh keluarganya dengan argumen pendidikan.

Supomo menimpali kalau pihak panti bagaimanapun tidak memiliki hak menahan ke-2 anak itu. Karna status ke-2 anak itu cuma dititipkan, bukanlah diadopsi.

” Yang memiliki hak atas mereka yaitu ibu mereka sendiri. Bila ingin disuruh, baiknya tidak menahannya. Karna status mereka cuma dititipkan, bukanlah adopsi, ” tutur Supomo, Kamis (20/7/2017).

Namun kecemasan pihak panti pada pendidikan ke-2 anak itu, kata Supomo, ada benarnya. Saat ini bergantung bagaimana ibu dari dua anak itu dapat menanggung pendidikan ke-2 anaknya hingga tidak hingga putus di dalam jalan.

Nunuk Arumi, ibu dari ke-2 anak itu, dihadapan yang ada berjanji juga akan menjaga sendiri ke-2 anaknya. Untuk pendidikan, Nunuk mengakui ada saudara-saudaranya yang ingin membiayai untuk bersekolah.

” Untuk sekolahnya anak-anak, kelak ada saudara yang ingin membiayai. Saya menginginkan dengan anak saya. Ayem bila mereka berada di dekat saya, ” kata Nunuk.

Pengelola Panti Bimbingan Darul Mustofa Lasni Mulyani Rahayu pada akhirnya legowo sesudah mendengar argumen Supomo serta Nunuk. Lasni cuma memohon supaya pendidikan GR serta CPA diteruskan sampai minimum lulus SMA.

” Bila di kami, seseorang anak asuh bisa keluar atau kembali pada keluarganya bila telah lulus SMA, ” kata Lasni.

Supomo sendiri berasumsi persoalan ini telah usai. Keadaan GR serta CPA juga sehat serta baik-baik saja. ” Apa yang dipermasalahkan saat ini. Keadaan fisik si anak juga baik-baik saja. Pihak keluarga berjanji menjaga anaknya, serta pihak panti juga sudah legowo menyerahkan anaknya untuk diasuh ibunya kembali, ” tandas Supomo.