SHARE

Ada konspirasi baru dalam interaksi kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri. Sebuah konspirasi yang melibatkan komposisi tokoh yang unik. Konspirasi ini bermuatan tiga orang yang masing-masing memiliki latar belakang permasalahan yang pelik.

Mereka adalah Miryam S.Haryani, serta dua pengacara, Elza Syarief dan Farhat Abbas.

Miryam S.Haryani, politisi Partai Hanura yang kini anggota Komisi V DPR, adalah tersangka KPK sebagai pemberi keterangan palsu saat diperiksa penyidik KPK untuk BAP kasus dugaan korupsi e-KTP tersebut.

BAP tersebut kemudian dicabut oleh Miryam S Haryani saat dihadirkan sebagai saksi pada persidangan e-KTP 23 Maret 2017 di PN Tipikor Jakarta. Alasan pencabutannya, karena keterangan yang disampaikannya di BAP tersebut dibuat atas tekanan tiga penyidik KPK, antara lain Novel Baswedan.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 5 April, Miryam S Haryani tidak memenuhi panggilan KPK untuk pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka di gedung KPK, Kamis (13/4) pekan lalu.

abas2

Sebelumnya, saat dikonfrontasi dengan tiga penyidik yang disebutnya melakukan paksaan dan ancaman saat pemeriksaan untuk BAP itu, Novel Baswedan justru memberikan keterangan yang semakin menunjukkan kebohongan besar dari politisi Hanura itu.

Dalam pemeriksaan tidak ada nuansa penekanan, serta unsur paksaan atau ancaman. Novel juga menjelaskan bahwa saat pemeriksaan itu Miryam S Haryani mengatakan kalau ia diminta untuk memberikan keterangan palsu oleh enam koleganya di parlemen, anatfara yakni Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond J. Mahesa, Masinton Pasaribu.

Novel juga mengakui punya rekaman audio saat Miryam S Haryani menyebutkan nama-nama koleganya di parlemen tersebut.

Kebohongan demi kebohongan yang disampaikan Miryam S Haryani ini mungkin makin menjadikannya sebagai “public enemy number one”, musuh masyarakat nomor satu.

Bagaimana seorang perempuan, yang sudah dua periode menjadi anggota DPR, begitu pandainya melakukan kebohongan, bahkan sampai menumpahkan air matanya. Dia menangis ketika mengatakan diancam oleh tiga penyidik KPK saat pemeriksaan untuk BAP itu.

Baca Juga  Taufiequrachman Ruki Dukung Hak Angket kepada KPK

abas3

Begitu pandainya Miryam S Haryani memerankan peran sandiwaranya saat itu hingga ketua majelis hakim PN Tipikor Jakarta Jhon Halasan Butar Butar spontan menyindir, “Ibu ini waktu sekolah dulun nilai mengarangnya dapat 10 yaah?”

Lalu apa kaitannya dengan Elza Syarief dan Farhat Abbas?

Elza Syarief tiba-tiba seperti menjadi sosok maha penting baru dari pusaran kasus e-KTP Kemendagri ini. Sukses ketika menjadi salah satu pengacara Tommy Soeharto, meski setelah itu seperti tenggelam, nama Elza Syarief seolah-olah dikibarkan kembali oleh KPK dengan menjadikannya salah satu saksi untuk dua tersangka sekaligus, yakni Andi Agustinus atau Andi Narogong dan Miryam S.Haryani.

Pekan lalu, persisnya 5 April, Elza Syarief sudah dimintai keterangannya untuk tersangka Andi Narogong. Sepertinya disampaikannya kepada media seusai pemeriksaan di gedung KPK, banyak yang disampaikannya kepada penyidik KPK terkait proyek e-KTP.

Namun, apa yang disampaikan oleh Elza Syarief ternyata berdasarkan pengakuan dari Miryam S Haryani.

abas4

Elza Syarief mengakui, Miryam S Haryani tiga kali datang ke kantornya, khususnya sebelum menjadi saksi di persidangan kasus e-KTP di PN Tipikor Jakarta.

Namun, Elza Syarief juga mengatakan bahwa ia tidak mengenal Anton Taufik, seorang pengacara muda yang beberapa kali datang ke kantornya untuk menemui Miryam S Haryani.

Bagaimana logikanya? Kalaupun mungkin sebelumnya tidak mengenal Anton Taufik, tidak mungkin Anton Taufik yang pengacara muda itu tidak kulo nuwun dan memperkenalkan dirinya pada Elza Syarief yang jauh lebih senior dan sangat tenar?

Itu kebohongan Elza Syarief yang paling menohok.

Kaitannya dengan Farhat Abbas? Pengacara paruh baya yang terus didera sindrom kepercayaan diri dan krisis kepribadian ini tiba-tiba seperti menempatkan dirinya sebagai bagian penting dari dinamika kasus e-KTP ini.

Baca Juga  Setelah Andi Narogong, Tersangka Baru KPK Masih Mengarah ke Pihak Swasta

Farhat Abbas yang kebahagiaan kehidupan rumah tangganya bersama Nia Daniati terhempas kareka perilakunya yang buruk, dan hanya sekejap menjalani biduk rumah tangga bersama Regina Andriane Saputri yang istri siri dari pengacara Krisna Murti, diperkenalkan kepada media sebagai pengacara dari Elza Syarief.

Ibarat sebuah sinetron, pengacara didampingi pengacara, Farhat Abbas mengikuti pemeriksaan Elza Syarief pada Senin (17/4) ini. Kedatangan Elza Syarief untuk kedua kalinya dalam dua pekan ini terkait dengan pemeriksaannya untuk tersangka Miryam S Haryani.

abas5

Seusai dimintai keterangannya oleh penyidik KPK, Farhat Abbas yang banyak memberi keterangan kepada media. Ia bercerita, ada tokoh penting yang meminta Miryam S Haryani bertemu dengan pengcara muda Anton Taufik di kantor Elza Syarief. Tokoh penting itu adalah SN dan RA. Farhat Abbas merasa kalangan media sudah tak asing dengan dua tokoh itu.

Apa yang disampaikan Farhat Abbas tentu tak begitu saja ditelan oleh media. Siapapun yang mengenal pengacara kontroversial ini pasti sudah sangat memahami bahwa apa pun yang diceritakannya tak harus dipercaya.

Boleh jadi Farhat Abbas sedang mengikuti lakon yang tengah dimainkan oleh Miryam S Haryani dan Elza Syarief. Keduanya sama-sama pembohong. Reputasi Farhat Abbas sebagai pembohong lebih parah lagi, kalau tidak bagaimana mungkin pernah punya lima istri siri?

Farhat Abbas juga sedang tidak punya panggung, jadi terlibat dalam konspirasi dengan Miryam S Haryani dan Elza Syarief adalah pilihan yang tepat. Maksudnya, pilihan yang tepat untuk terus melakukan kebohongan pada masyarakat.