SHARE

Jakarta – Sekolah masuk th. ajaran baru. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memohon pemerintah serta orang-tua murid wujudkan pendidikan yang ramah untuk anak.

Ketua KPAI Asrorun Niam juga memohon supaya anak-anak memperoleh kepastian untuk peroleh hak pendidikan. Pemerintah daerah (pemda) juga wujudkan hak basic anak-anak sekolah.

” Orang-tua yang mempunyai anak umur sekolah, mesti menanggung serta meyakinkan anak-anaknya peroleh hak pendidikan. Anak umur 7 s/d 18 th. yaitu umur harus belajar. Pemerintah daerah harus menanggung anak dalam rentang umur itu peroleh hak dasarnya, ” kata Asrorun lewat maklumat KPAI untuk persiapan Th. Ajaran 2017/2018, Selasa (11/7/2017).

Menurut dia, bila anak-anak tidak sekolah, orang-orang mesti pro aktif mengemukakan ke dinas pendidikan (disdik). Disdik harus juga ambillah beberapa langkah untuk meyakinkan anak sekolah peroleh haknya.

” Tak ada argumen anak umur sekolah tidak untuk peroleh haknya, ” katanya.

Asrorun menyebutkan, orang-tua harus juga memberi tuntunan pada anak untuk pilih sekolah yang baik serta sesuai sama untuk anak. Dia mengatakan sebagian panduan yang harus di perhatikan orangtua.

” Yakinkan guru, kurikulum evaluasi, serta buku ajarnya sesuai sama prinsip basic bernegara yakni tidak mengajarkan radikalisme, komunisme, serta liberalisme. Yakinkan sarana penunjang untuk pemenuhan hak anak tercukupi, yakni hak untuk melaksanakan ibadah sesuai sama agama anak, hak bermain serta olahraga, hak untuk kesehatan, jajanan sehat, serta alur hubungan antar komponen orang-orang, ” ungkap Asrorun.

Orang-tua juga disuruh mesti meyakinkan lingkungan sekolah yang ramah anak serta kondusif untuk tumbuh kembang anak seperti tidak ada bullying, tidak permisif pada sex bebas serta tidak mengajarkan kebencian. Lingkungan sekolah harus juga memberi teladan yang baik untuk anak serta jauh dari beberapa hal yang bertentangan dengan falsafah Pancasila.

Baca Juga  Video Viral Siswi SMP Bully Siswi SD di Thamrin City

” Janganlah terlena dengan pilih sekolah cuma karna penampilan fisiknya semata, ” ucap dia.

Asrorun memberi perhatian spesial pada siswa SD serta SMP. Dia mengharapkan orang-tua bisa mengantarkan anak di hari pertama masuk sekolah. Diluar itu membuat emosional supaya anak terasa terproteksi.

Diluar itu orangtua harus juga membuat komunikasi dengan lingkungan sekolah seperti guru, kepala sekolah serta tenaga pendidikan di sekolah. Orangtua harus juga mengetahui lingkungan rekan baru abak termasuk juga orangtua mereka.

” Turut bertindak dalam sistem pendidikan anak lewat komite sekolah. Serta Bangun komunikasi yang erat pada lingkungan keluarga sekolah serta orang-orang, ” katanya.

Asrorun juga menyoroti proses waktu tujuan peserta didik baru. Dia memohon waktu tujuan dimaksimalkan untuk pengenalan lingkungan sekolah, guru serta rekan-rekan sekolah. Pemberitahuan serta perjanjian mengenai ketentuan tata teratur sekolah, pengenalan jenis evaluasi serta sumber belajar dan pemanfaatannya.

” Yakinkan di waktu tujuan tak ada bullying, kekerasan, eksploitasi, serta diskriminasi. Serta aktivitas tujuan mesti ada dalam tanggung jawab sekolah, ” tutupnya.