SHARE

Miryam S Haryani menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penetapannya sebagai tersangka pemberi keterangan palsu pada kasus e-KTP dengan mengajukan praperadilan ke PN Jaksel. Sidang pertama praperadilan gugatan politisi Hanura yang juga anggota DPR itu mulai digelar Senin (8/5) ini.

Akan tetapi, gugatan Miryam ini jelas tidak dianggap sama sekali oleh KPK. Lembaga antirasuah ini menyepelekan perlawanan dari politisi Partai Hanura yang juga anggota DPR itu.

Buktinya, sehubungan dengan kasus Miryam  ini, KPK terus melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Mereka dimintai keterangannya terkait pencabutan berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam untuk kasus e-KTP.

Sejumlah saksi kembali dipanggil KPK hari ini, termasuk Anton Taufik, pengacara muda yang disebut-sebut mendorong Miryam untuk mencabut BAP-nya di persidangan kasus e-KTP.

anton taufik
Anton Taufik, pengacara yang disebut-sebut mendorong Miryam Haryani mencabut BAP-nya

Anton Taufik ini sudah dua kali dimintai keterangannya oleh penyidik KPK, terakhir dia diperiksa pada ‎Jumat (5/5). Hari ini dia diperiksa kembali khusus yang berhubungan dengan tersangka Miryam S Haryani.

Pemeriksaan Miryam S Haryani sebagai tersangka pemberi keterangan yang tidak benar dalam sidang perkara e-KTP‎ di PN Tipikor Jakarta tampaknya terus dikembangkan oleh KPK.

Atas kasus memberikan keterangan palsu itu, penyidik KPK telah memeriksa beberapa saksi yakni Irman dan Sugiharto, terdakwa di sidang e-KTP, pengacara Elza Syarif, pengacara Farhat Abbas, Yono‎ sebagai sopir pribadi miryam, Andi Narogong, dan beberapa kerabat Miryam di Bandung.

Untuk perkara korupsi e-KTP, KPK telah mentersangkakan tiga orang yakni Irman, Sugiharto dan Andi Narogong. Status Miryam di perkara e-KTP ini masih sebagai saksi.

Baca Juga  Hak Angket DPR RI akan Buka Borok KPK