SHARE

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga akan mengecek dua saksi dalam penyidikan masalah korupsi atau suap yang melibatkan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti (RM) berkaitan sebagian project th. biaya 2017. ” Dua orang itu di check jadi saksi untuk tersangka Lily Martiani Maddari (LMM, istri RM), ” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (21/7).

Dua saksi yang direncanakan di check itu, yaitu Teza Arizal dari pihak swasta serta Rahmani Saifullah yang berprofesi jadi wiraswasta. KPK tengah memahami banyak hal berkaitan masalah itu dari mulai project yang dimenangkan di Propinsi Bengkulu serta asal-asul uang Rp 1 miliar yang diamankan dalam operasi tangkap tangan.

KPK sudah mengambil keputusan empat orang tersangka sangkaan tindak pidana korupsi berkaitan sebagian project di lingkungan Pemerintah Propinsi Bengkulu Th. Biaya 2017. ” Sesudah lakukan kontrol 1 x 24 jam dilanjutkan titel perkara, diambil kesimpulan ada sangkaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh Gubernur Bengkulu berkaitan dengan fee project serta tingkatkan status perlakuan perkara ke penyidikan dan mengambil keputusan empat orang tersangka, ” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata waktu konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Rabu (21/6) kemarin.

Disangka jadi penerima, kata Alexander, yakni Gubernur Bengkulu 2016-2021 Ridwan Mukti (RM), Lily Martiani Maddari (LMM) berprofesi jadi ibu rumah-tangga atau istri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, serta Rico Dian Sari (RDS) berprofesi jadi entrepreneur. ” Sedang disangka jadi pemberi yaitu Direktur PT Statika Partner Fasilitas (SMS) Jhoni Wijaya (JHW), ” kata Alexander.

Menurut Alexander, disangka pemberian uang berkaitan fee project yang dimenangkan PT SMS di Propinsi Bengkulu dari prinsip 10 % perproyek yang perlu diberi pada Gubernur Bengkulu lewat istrinya. Ia menyebutkan dari dua project yang dimenangkan PT SMS, dijanjikan Rp 4, 7 miliar (sesudah dipotong pajak) dari dua project di Kabupaten Rejang Lebong.