SHARE
Gamawan Fauzi, punya peran penting dalam korupsi e-KTP, namun KPK tak berani jadikan dia sebagai tersangka.

Kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri mungkin masih jauh penyelesaiannya. Betapa tidak, Komisi Pemberantasan Korupsi masih harus menghimpun keterangan dari puluhan saksi yang sudah mereka tetapkan.

Total ada 133 saksi yang “lolos” seleksi KPK dari lebih 200 yang sudah diperiksa sejak tahun 2013. Lemnbaga antirasuah tampaknya harus menyeleksi saksi potensial yang benar-benar mengetahui bagaimana proyek pengadaaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik bisa berjalan, dari proses pembahasan hingga dugaan bagi-bagi uang.

Melihat perkembangan yang terjadi dalam proses persidangan di PN Tipikor Jakarta penyelesaian atas kasus ini sepertinya memang masih sangat jauh. Sebagian besar dari saksi yang dihadirkan tim jaksa KPK menyanggah apa yang ditudingkan terhadap mereka, yakni menerima aliran dana dari proyek e-KTP Kemendagri tersebut.

Dakwaan yang disampaikan jaksa KPK berdasarkan keterangan dari Irman dan Sugiharto, dua pejabat Kemendagri yang sudah menjadi terdakwa kasus ini, tak bisa dipaksakan untuk diterima oleh mereka yang dituduhkan. Meski Irman dan Sugiharto bersikeras menekankan telah membagi-bagikan uang kepada mereka, di mata hukum harus ada pembuktiannya.

oji1
Andi Narogong, aktor utama proyek e-KTP

Dakwaan tak bisa dipaksakan berdasarkan keterangan sepihak, atau keterangan yang tidak jelas. Itu juga berlaku untuk pemberitaan yang menyangkut rumor kedekatan para saksi dengan Andi Agustinus atau Andi Narogong yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh utama kasus e-KTP Kemendagri ini.

Akan tetapi jelas bahwa Andi Agustinus sangat dekat dengan Gamawan Fauzi, mantan Bupati Solok dua periode yang dikenal dekat dengan Gamawan Fauzi. Ini juga yang membuat KPK harus mendalami peranan Andi Agustinus dan Gamawan Fauzi yang demikian dominan dalam proyek e-KTP.

Andi Agustinus memang sudah menjadi tahanan KPK sejak 24 Maret lalu, selang sehari pasca penangkapannya. Meski sudah menjadi terdakwa ketiga dari kasus ini, Andi Narogong belum disidangkan. Persidangannya juga mesti dilakukan tersendiri, tidak bisa tiba-tiba dijadikan satu dengan persidangan bagi terdakwa Irman dan Sugiharto yang sedang berjalan di PN Tipikor Jakarta.

Baca Juga  Andi Narogong Dikonfrontir dengan Irman & Sugiharto

Pasca penangkapan dan pengenaan status tersangka, Andi Narogong sudah hampir dua minggu ini diperiksa intensif di KPK. Situasi ini mirip persidangan, yang membedakannya hanya dilakukan di gedung KPK.

Belasan saksi sudah dipanggil KPK untuk dikonfrontir dengan Andi Narogong, termasuk Sugiharto.

sugi
Irman & Sugiharto, dikonfrontir dengan Andi Narogong

Sugiharto, bersama Irman, adalah dua mantan pejabat di Kemendagri yang sejak awal sudah diramaikan kedekatannya dengan Andi Narogong.

Irman, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman, dan Sugiharto yang Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sama-sama didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Penyimpangan pengadaan proyek e-KTP dimulai dari proses anggaran, lelang, hingga pengadaan e-KTP. Dalam perkara ini, Irman didakwa memperkaya diri sebesar Rp 2.371.250.000, USD 877.700, dan SGD 6.000. Sedangkan Sugiharto memperkaya diri sejumlah USD 3.473.83.