SHARE

JAKARTA — Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengharapkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) makin profesional serta disayangi umum pada peringatan Hari Bhayangkara ke-71.

” Kami mengatakan selamat hari Polri, semoga seperti yang disebutkan Presiden serta Pak Kapolri (Jenderal Polisi Tito Karnavian), Polri jadi lebih profesional, lebih disayangi serta lebih mantab yang akan datang, ” tuturnya selesai menghadiri upacara Hari Bhayangkara di lapangan silang Monas Jakarta, Senin (10/7).

Pada aktivitas itu Presiden Joko Widodo jadi Inspektur Upacara peringatan hari Bhayangkara ke-71. Terkecuali Presiden Joko Widodo, ada juga Ibu Negara Iriana Jokowi, Wakil Presiden Juiceuf Kalla bersama Ibu Mufidah Juiceuf Kalla, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, bekas wakil Presiden Try Sutrisno, beberapa pimpinan instansi negara, duta besar serta petinggi kepolsian RI.

Menurut Laode, sampai kini KPK serta Polri juga telah lakukan kolaborasi termasuk juga dalam pengusutan beberapa masalah korupsi.

” Sekarang ini untuk beberapa masalah korupsi dengan automatis masalah korupsi yang dikerjakan Polri segera masuk ke KPK, diluar itu apabila terkait dengan korupsi-korupsi yang nilainya kecil oleh KPK diserahkan ke Polri terutama ke tim Saber Pungli, demikian sebaliknya bila mereka temukan beberapa masalah perlakuan masalah korupsi banyak yang diberitakan ke KPK, ” tuturnya.

Seperti dikabarkan terlebih dulu, Presiden Joko Widodo waktu memberi amanat jmenyoroti supaya Polri menghimpit budaya negatif termasuk juga korupsi.

” Saya juga akan memberi instruksi pada semua deretan Kepolisian negara Republik untuk selalu tingkatkan kemampuannya lewat beberapa usaha seperti berikut. Pertama, perbaiki menajemen internal polri untuk menghimpit budaya negatif seperti korupsi, pemakaian kekerasan yang terlalu berlebih serta arogansi kewenangan, ” kata Presiden Joko Widodo.

Baca Juga  KPK Panggil Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi Terkait Kasus BLBI

Amanat ke-2 yaitu memantapkan soliditas internal serta profesionalisme Polri manfaat mensupport terwujudnya Indonesia yang berdaulat, yang mandiri serta yang berkepribadian.

Instruksi ke-3 yaitu memaksimalkan modernisasi Polri dengan pemakaian tehnologi info dalam service umum.

” Ke-4, tingkatkan kesiapsiagaan operasional lewat usaha deteksi awal serta deteksi tindakan dengan kiat profesional pro aktif dengan hal tersebut Polri tetaplah bisa lincah melakukan tindakan dalam hadapi perubahan kondisi yang bertambah dengan cepat, ” ungkap Presiden.

Ke-5, tingkatkan kerja sama, koordinasi serta komunikasi dengan semuanya elemen baik pemerintah ataupun orang-orang dan kolega internasional jadi implementasi kedekatan serta kolaborasi polisional manfaat wujudkan kondisi kamtibmas yang kondusif.

” Saya sebagai Kepala Negara tetaplah prinsip untuk mensupport terbentuknya Polri yang kuat, Polri yang handal, Polri yang profesional agar pekerjaan Polri dalam melindungi kestabilan kamtibmas (keamanan serta ketertiban orang-orang), menegakkan hukum, jadi pelindung, pengayom serta pelayan orang-orang bisa dikerjakan dengan maksimal, ” tegas Presiden.

Paling akhir, Presiden mengharapkan supaya Polri betul-betul bisa melakukan dedikasi pada orang-orang, bangsa serta negara.

” Dirgahayu Kepolisian RI yang ke-71 selalu tegaklah jadi Rastra Sewakottama, Abdi Paling utama Nusa serta Bangsa, ” kata Presiden.