SHARE
Gamawan Fauzi, bersaksi di sidang Tipikor.

Mantan Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi, yang menjadi salah satu otak terpenting dalam kasus koruposi e-KTP, hingga kini masih bebas. Mantan Gubernur Sumtera Barat itu juga belum dijadikan terdakwa dalam kasus yang merugikan negara hingga 2,3 trilkiun rupoiah itu.

Peran Gamawan sendiri, padahal sangat penting dalam melobi pihak-pihak tertentu agar proyek e-KTP bisa berjalan meski terlihat banyak lubang di sana-sini. Misalnya dalam menggolkan dana proyek ini agar bisa berlangsung secara multiyears. Sementara dalam aturan sendiri semestiunya hanya single year.

Yang kedua adalah masalah penunjukkan pemenang tender kasus e-KTP dimana mereka memberikannya ke Percetakan Negara. Dalam kesempatan itu, Gamawan dianggap melakukannya tanpa mempertimbangkan masukan dari LKKP. Seharusnya pekerjaan dalam e-KTP tersebut dilakukan melalui berbagai tahapan dan dilakukan oleh banyak pihak.

Ketiga adalah masalah uang yang mengalir pada Gamawan Fauzi. Terdapat kejanggalan di sana karena uang yang masuk itu dianggapnya utang. Nyatanya, utang piutang antara Gamawan dan adik-adiknya tidak pernah terjadi.

Ketempat soal honor menjadi pembicara sebesar lima juta rupiah satu jam. Namun sesuai aturan perundangan menteri hanya bisa menerima honorarium sebagai pembicara sebesar 1,5 juta ruopiah. Ini berarti ada gratifikasi yang diterima oleh Gamawan dalam berbagai kesaksian yang dilakukan di sidang Tipikor.

Sayang KPK melakukan dakwaan yang tumpul kepada Gamawan. Hingga kini ia masih bisa dan seperti ada kesengajaan dari KPK untuk melindungi Gamawan.

Baca Juga  Taufiequrachman Ruki Dukung Hak Angket kepada KPK