SHARE
Jafar Hafsah, terbukti menerima uang sogok e=-KTP, meski akhirnya dikembalikan ke KPK.

Dalam kasus korupsi e-KTP, beberapa tersangka dan mantan pejabat yang namanya disebut dalam dakwaan, rupanya sudah mengembalikan uang sogok yang mereka terima tahun 2011-2012 ke KPK. Pengembalian uang itu sendiri sudah melebihi tenggat waktu yang  ditetapkan dalam UU KPK, tentang gratifikasi.

Konsekuensinya, para pihak yang mengembalikan uang melebihi tenggat waktu tersebut, tentu dapatn diproses hukum. Pada tahap penyidikan sebelumnya, KPK telah menerima penyerahan uang sebesar Rp 250 miliar.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp 220 miliar diserahkan oleh korporasi dan konsorsium yang terlibat dalam pelaksanaan proyek e-KTP.  Sementara, sejumlah Rp30 miliar diserahkan oleh 14 orang yang beberapa di antaranya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pihak yang diketahui mengembalikan uang merupakan dua terdakwa yang kini menjalani persidangan, yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, serta mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto.

Seperti diturukan oleh Pengacara kedua terdakwa, Soesilo Ariwibowo, baik Irman dan Sugiharto sudah mentransfer uang sekitar Rp 4 miliar ke rekening KPK. Selain mereka ada pula beberapa orang lagi.

Misalnya Mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini. Dalam persidangan sebelumnya, saat tampil sebagai Saksi, Diah mengaku telah menyerahkan uang yang dia terima dari Irman dan pengusaha Andi Agustinus alias Andi narogong sebesar 500.000 dollar AS kepada KPK.

Selain itu, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafar Hafsah, juga dilaporkan oleh KPK sudah mengembalikan uang yang diteriamnya dari proyek e-KTP. Jafar mengaku menerima uang 100.000 dollar AS dan digunakan untuk membeli satu unit Toyota Land Cruiser. Namun, ia merasa tidak mengetahui bahwa uang tersebut terkait proyek e-KTP. Sebagai gantinya, Jafar menyerahkan uang sebesar satu miliar ke KPK.

Baca Juga  Kesimpulan Agus Rahardjo Justru Kaburkan Pelaku Aksi Kekerasan

Selain itu ada pula Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo. Anang juga menyerahkan uang sebesar 200.000 dollar AS dan Rp 1,3 miliar kepada KPK.   Anang merupakan salah satu pimpinan perusahaan yang bergabung dalam konsorsium proyek pengadaan e-KTP.

Meski pun mereka sudah mengembalikan uang tersebut, dan batas waktunya melebihi tenggat yang ditentukan, maka KPK sudah seharusnya memproses mereka. Sayang, hal itu belum juga dilakukan oleh KPK.