SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi seyogyanya tidak merasa paling benar sehingga tetap ngotot untuk tidak menerima keberadaan Panitia Khusus Hak Angket. Pembentukan Pansus KPK justru ditujukan untuk membuat lembaga antirasuah tersebut semakin kuat.

Sebagaimana diketahui, Pansus KPK sudah terhadap KPK sudah resmi terbentuk. Pada rapat paripurna, Selasa (30/5) lalu, ditayangkan nama-nama wakil rakyat yang menjadi anggota Pansus Hak Angket KPK yang sementara baru diberikan oleh lima fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Hanura, Fraksi Nasdem, dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.

Sementara itu, fraksi-fraksi yang tidak menyetujui Pansus KPK dituding sebagai pengecut. Dari lima fraksi yang belum menyerahkan nama-nama wakilnya untuk Pansus KPK, hanya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah memastikan tak akan mengirimkan perwakilan anggotanya ke panitia khusus hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

sukamta

“Sampai sekarang tidak ada perubahan sikap, PKS tetap tidak akan mengirimkan anggota,” ujar Sekretaris Fraksi PKS, Sukamta.

Ia menuturkan, hal tersebut untuk menegaskan sikap PKS yang sejak awal tak mendukung hak angket tersebut. Adapun PKS merupakan satu-satunya fraksi yang menyerahkan secara resmi surat penolakan hak angket dalam sidang paripurna.

“PKS punya sikap tidak setuju dengan angket itu dan kemudian kita konsisten dengan sikap itu dengan cara tidak mengirimkan wakil. Itu untuk konsistensi,” tutur Anggota Komisi I DPR itu.

Baca Juga  Cari Pencitraan & Mencla-mencle, Fraksi yang tak Kirim Wakil Ke Pansus KPK