SHARE

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II yang menjerat mantan Dirut Pelindo II Richard Joost (RJ) Lino.

Demikian disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (GMP KPK) saat mendatangi Gedung KPK, Jakarta.

“Kami dari GMP KPK meminta KPK menuntaskan kasus-kasus korupsi yang hingga saat ini belum juga terselesaikan,” kata Ketua GMP KPK, Lutfi dalam orasinya di depan Gedung KPK, Jakarta.

KPK diketahui menetapkan Lino sebagai tersangka sejak akhir 2015 lalu. Namun, hingga saat ini, kasus tersebut seakan terbengkalai.

lino
RJ Lino

Bahkan DPR telah menggulirkan Pansus Pelindo yang mengungkap adanya sejumlah penyimpangan dalam bisnis yang dijalankan perusahaan pelat merah tersebut saat dipimpin oleh Lino.

Namun, KPK baru sekali memeriksa Lino sebagai tersangka. GMP KPK menduga lambannya penuntasan kasus ini lantaran adanya intervensi dari pihak lain.

“Kami sebagai mahasiswa menduga adanya intervensi dari penguasa sehingga upaya pemberantasan korupsi tidak berjalan dengan baik,” kata dia.

pansus
Pansus Pelindo II

Dengan demikian, GMP KPK meminta KPK tidak mengabaikan segala bentuk intervensi dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Terlebih kasus Pelindo II merugikan keuangan negara dalam jumlah besar.

“Kami meminta KPK sebagai lembaga independen untuk mengabaikan segala bentuk intervensi dalam menjalankan tugasnya memberantas berbagai temuan kerugian keuangan negara, seperti kasus Pelindo II karena merugikan keuangan negara triliunan rupiah dan diduga melibatkan pejabat tinggi di negeri ini. Kalau kita lihat (kasus) Pelindo II yang pernah disebutkan selama ini ada keluarga Jusuf Kalla,” tegasnya.

Lutfi menyatakan, korupsi merupakan musuh bersama yang harus dibasmi hingga ke akarnya. Untuk itu, GMP KPK, tegas Lutfi, akan selalu mendukung KPK dalam segala upaya pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

“Kami berdiri bersama KPK dan senantiasa mendukung segala upaya pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, tanpa tebang pilih seperti moto KPK ‘Berani Jujur Hebat'” kata dia.