SHARE

Jakarta – KPK kembalikan uang Irjen Kemendes PDTT Sugito sebagai tersangka masalah suap pemberian opini lumrah tanpa ada pengecualian (WTP) oleh BPK. Uang ini di pastikan tidak terkait dengan masalah.

” Kita telah check ke penyidik ada pengembalian beberapa uang. Jadi saat kami klarifikasi selanjutnya, penyidik juga butuh fair bertindak itu. Karna tidak berkaitan dengan perkara jadi kita kembalikan, ” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2017).

” Ini jadi bentuk kepastian hukum yang kita beri juga pada yang berkaitan, ” sambungnya.

Uang ini menurut Febri didapat dari hasil penggeledahan penyidik. Disamping itu pengacara Sugito, Soesilo Aribowo, membetulkan hal semacam ini. Menurut dia nominal uang ini menjangkau Rp 40 juta.

” Yang tidak berkaitan (perkara) kan ini. Pada akhirnya dikembalikan. Yang nyaris Rp 40 jutanya ini di ambil cocok penggeledahan, ” papar Soesilo Aribowo dalam peluang berlainan di KPK.

Pada Minggu (28/5), di ketahui KPK lakukan penggeledahan di ruangan kerja Sugito serta Jarot Budi Prabowo di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Ketinggalan serta Transmigrasi (Kemendes PDTT). Dari tempat di lantai 4 Kemendes, KPK mengambil alih bermacam dokumen, tanda bukti elektronik, sampai uang beberapa ratus juta rupiah.

Dalam masalah ini KPK mengambil keputusan 4 tersangka, yaitu Rochmadi Saptogiri (Auditor Paling utama BPK), Ali Sadli (Auditor BPK), Jarot Budi Prabowo (petinggi eselon III Kemendes), serta Sugito (Irjen Kemendes). Rochmadi disangka jadi penerima suap lewat Ali Sadli jadi penghubung penerima. Sedang pemberian uang dari Sugito disangka diberi lewat anak buahnya, Jarot Budi.

Suap diberi berkaitan dengan pemberian predikat WTP BPK pada neraca keuangan Kemendes. KPK mengatakan commitment fee dalam masalah ini yaitu Rp 240 juta, dengan Rp 200 juta terlebih dulu diberi pada awal Mei kemarin.