SHARE
Gamawan Fauzi, terima uang e-KTP tapi tak mau ngaku.

Beberapa jam sebelum sidang ke-8 kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP dilangsungkan Senin (10/4) ini di PN Tipikor Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi baru mengumumkan nama-nama dari saksi yang akan dihadirkan.

Diketahui jika ada pergantian pada beberapa nama, yang justru menjadi saksi kunci dari kasus ini.

Dari daftar nama saksi yang diumumkan KPK pagi ini, tidak ada nama Andi Agustinus atau Andi Narogong, pengusaha rekanan Kemendagri yang memenangkan tender pengadaan e-KTP tersebut.

Keterangan yang diperoleh Nasionalisme.net sebelumnya menyebutkan, Andi Narogong akan dikonfrontir langsung dengan dua pejabat Kemendagri yang sudah lebih dulu dijadikan terdakwa yakni Irman dan Sugiharto.

guong

Selain Andi Narogong, KPK juga men-drop nama Gamawan Fauzi yang sebelumnya disebut-sebut akan dihadirkan kembali di persidangan ke-8 hari ini.

Gamawan Fauzi sudah dihadirkan pada persidangan kedua, 16 Maret, dan mati-matian membantah mengenal Andi Narogong

Padahal, Andi Narogong kepada Sekjen Kemendagri Diah Anggraini sering mengeluhkan banyaknya permintaan uang dari Mendagri Gamawan Fauzi (kala itu) melalui Irman dan Sugiharto.

Tidak diperoleh keterangan dari KPK mengenai pergantian Andi Narogong dan Gamawan Fauzi dari daftar saksi yang diajukan di sidang ke-8 ini.

Febri Diansyah, jubir KPK, bahkan tidak mengakui jika Andi Narogong dan Gamawan Fauzi akan dihadirkan sebagai saksi.

“Informasi dari mana itu,” Febri malah balik bertanya.

Baca Juga  Pansus Menuduh KPK Gunakan Cara-cara Orde Baru