SHARE
Miko Panji Tirtayasa, akhirnya mengaku jika selama ini ia dipaksa KPK membuat kesaksian palsu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pernah diisukan melakukan tindakan pemaksaaan kehendak agar saksi-saksi yang mereka periksa menuruti kemauan seperti skenario mereka. Fakta ini terlihat dari keterangan Miko Panji Tirtayasa, yang memviralkan video jika dia telah ditekan oleh penyidik KPK.

Apa yang dialami oleh Miko, rakyat kecil dari Ciamis, ini juga dialami oleh banyak saksi-saksi lain. Bahkan seperti Miryam S. Haryani, yang mengalami tekanan luar biasa dari penyidik KPK senior seperti Novel Baswedan dkk.

Miryam kepada rekan-rekannya di DPR menurutkan jika dia pernah diancam seperti dipukul jika tidak menuruti kemauan dan scenario yang sudah mereka tetapkan.

Alasan ini pula, yang akhirnya membuat Miryam mencabut BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang sudah ia tanda tangani. Namun KPK kemudian menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus kesaksian palsu. Pemberian status tersangka ini merupakan strategi licik KPK agar saksi yang sudah mereka kondisikan tidak lagi mencabut keterangannya.

Dalam kasus e-KTP ini, bukan hanya Miryam yang mencabut keterangannya. Paulus Tanos, juga melakukan hal sama. Dirut PT Sandipala Arthaputra menjadi orang kedua yang mencabut BAP yang sudah disiapkan oleh KPK.

Menurut KPK, dalam sebuah BAP yang diambil di Singapura, Paulus menyatakan bertemu Setya Novanto sebanyak dua kali untuk membahasa fee e-KTP. Namun dalam keterangan sidang yang dilakukan melalui teleconfernec, Paulus mencabut keterangan itu.

Secara jelas dan gambling ia menyatakan jika ada pertemuan dengan Setya Novanto, namun tidak membahas apa pun mengenai e-KTP. Bahkan pertemuan dengan Setya Novanto, hanyalah basa-basi dari Andi Narogong yang ingin menunjukkan dirinya seolah-olah dekat dengan pejabat.

Melihat berbagai fakta di atas, sebaiknya KPK mulai untuk menata ulang perilaku penyidiknya. Terbukti banyak saksi yang sudah mencabut BAP bahkan sudah pula melakukan keterangan untuk mengungkap upaya KPK menyuap mereka. Dalam kasus Mico, KPK disebutkan menyuap saksi agar menuruti kemauannya selain juga mengancam keselamatan mereka.