SHARE
KPK saat dipimpin oleh Agus Raharjo, banyak memiliki kelakuan miring.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah galau. Skenario mereka untuk menjegal Setya Novanto dalam kasus e-KTP, sudah kabur dan gagal. Saksi utama seperti Muhammad Nazaruddin sudah membantahnya.

Saat bersaksi di pengadilan Tipikor, Jakarta pekan ini, ia  sudah membantah  jika ada keterlibatan Ketu DPR RI itu atas kasus korupsi e-KTP. Nazaruddin, mengaku hanya mendengar dari Andi Narogong, salah satu tersangka yang kini ditahan KPK, jika ada keterlibatan Setnov. Nazaruddin pun tak pernah bertemu Setnov.

KPK makin kesulitan mendapatkan keterlibatan Setnov, kala pemeriksaan terhadap Andi Narogong juga tak berbuah hasil sesuai skenario mereka. Andi Narogong membantah keras, jika Setnov mengatur bagi-bagi uang di kasus e-KTP.

Menurut kuasa Hukum Andi, Syamsul Huda, usai menjalani pemeriksaan perdana setelah kliennya resmi ditahan oleh KPK, tak ada lagi indikasi ke arah keterlibatan Setnov dalam kasus ini. “Tidak ada, tidak ada,” kata Syamsul di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa 4 April 2017.

Syamsul mengatakan, perintah bagi2 duit ke anggota DPR di Komisi II & Badan Anggaran justru berasal dari Andi. Hal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Setya Novanto.

Namun KPK seperti terus memaksakan skenrionya untuk berjalan. KPK seperti menutup celah agar Partai Demokrat, yang berperan besar dalam kasus ini, untuk diadili. Sebaliknya, mereka ingin memojokkan Setya Novanto yang notabene kini memiliki hubungan mesra dengan Jokowi.

 

 

Baca Juga  4 Anggota DPRD Mojokerto Dipanggil KPK Panggil