SHARE

Setelah dituding mangkir dan disebut pengecut, Komisi Pemberantasan Korupsi kini bersikap gentle.

Mereka menyatakan kesiapannya untuk menghadiri proses dua persidangan praperadilan, yang masing-masing diajukan oleh Miryam S Haryani dan Syafruddin Arsyad Tumenggung.

Dua sidang praperadilan ini sama-sama digelar di PN Jakarta Selatan pada Senin, 15 Mei.

Kesiapan KPK untuk menghadiri dua sidang praperadilan di PN Jaksel ini sudah disampaikan kepada media.

feb
Febri Diansyah

“Hari Senin ada dua agenda praperadilan yang dimohonkan oleh tersangka MSH (Miryam S Haryani). Kami juga dapatkan surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk hadiri praperadilan tersangka kasus BLBI. Tim KPK akan hadir Senin besok,” demikian disampaikan Febri Diansyah, jubir KPK.

Miryam S Haryani menggugat KPK ke PN Jaksel atas penetapannya sebagai tersangka pemberi keterangan palsu terkait sidang kasus e-KTP di PN Tipikor Jakarta.

Sementara, mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung juga menggugat KPK atas penetapannya sebagai tersangka terkait kasus Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

Miryam S Haryani

KPK, kata Syafruddin Tumenggung, juga tidak berhak menangani kasus skandal SKL BLBI tersebut.

Menurut Febri, KPK akan menjawab seluruh argumentasi dari pihak pemohon dengan tuntas, termasuk pernyataan dari Syafruddin yang mengatakan bahwa KPK tidak berhak untuk menangani kasus skandal SKL BLBI.

“Kewenangan KPK jelas di UU Nomor 30 Tahun 2002, akan kita uraikan lebih lanjut soal KPK tidak bisa tindak lanjuti kasus sebelum 2002, itu berlaku surut,” terang Febri.

tume
Syafruddin Arsyad Tumenggung
Baca Juga  Dalam Pengawasan KPK, Novel Baswedan Disiram Air Keras