SHARE

JAKARTA – Bekas Dirut PT Garuda, Emirsyah Satar serta istri kurun waktu dekat juga akan diagendakan melakukan kontrol di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Emirsyah Satar juga akan di check dalam kemampuan jadi tersangka. Sesaat sang istri, Sandrina Abubakar juga akan di check jadi saksi.

Pasutri ini di check dalam masalah sangkaan suap project pengadaan mesin pesawat Airbus A330-300 punya Garuda Indonesia, yang melibatkan perusahaan Rolls Royce.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyebutkan kontrol pada Emirsyah Satar serta istri dikerjakan murni untuk kebutuhan penyidikan.

Karena pada kontrol terlebih dulu, Sandrina Abubakar pernah tidak ada penuhi panggilan pada awal Juni 2017.

” Saksi-saksi yang telah sempat kami panggil serta belum juga datang, pasti kita juga akan di panggil kembali berkenaan dengan keperluan sistem penyidikan, ” kata Febri, Selasa (11/7/2017).

Di tanya apakah KPK akan selekasnya menahan Emirsyah serta Soetikno–dua tersangka dalam masalah ini–Febri mengakui belum juga memperoleh info dari penyidik.

” Info belum juga kami terima, selama ini masih tetap sistem pendalaman. Penahanan pasti dikerjakan sesudah Pasal 21 KUHAP itu tercukupi, apakah argumen subjektif serta objektif maupun klausul. Sistem penyidikan pasti kita perkuat bukti-bukti, ” imbuhnya.

Seperti di ketahui dalam masalah ini KPK sudah mengambil keputusan dua orang tersangka, yaitu bekas direktur paling utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar serta Soetikno Soedarjo sebagai Beneficial Owner Connaught Internasional.

Baca Juga  KPK Kepepet, Harus Buka Rekaman Pemeriksaan Miryam Haryani