SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi berencana untuk segera menggelar persidangan bagi Andi Agustinus atau Andi Narogong dan Miryam S.Haryani. Keduanya, meski buktinya belum maksimal, sudah ditetapkan sebagai dua tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri.

Persidangan untuk Andi Agustinus dan Miryam S.Haryani dilakukan terpisah dengan persidangan dua terdakwa utama kasus ini, yakni Irman dan Sugiharto.

Dua mantan petinggi Kemendagri ini sedang menjalani persidangan di PN Tipikor Jakarta, yang sudah berjalan untuk ketujuh kalinnya. Irman dan Sugiharto terus dihadirkan pada setiap kali persidangan kasus e-KTP dilangsungkan, seperti Kamis (6/4) ini.

Andi Agustinus baru ditetapkan sebagai tersangka pada 24 Maret lalu, sementarav Miryam S Haryani pada Rabu, 5 April.

gongli

 

Penetapan tersangka kepada Miryam S Haryani terkait dengan pemberian keterangan palsu yang disampaikannya dalam persidangan 23 Maret lalu. Tudingan ini sangat lemah dan bisa membebaskan Miryam. KPK seperti tergesa-gesa dalam membuat dakwaan.

Kesaksian Miryam kala itu membuat heboh jalannya sidang. Politikus Hanura itu menangis saat bersidang dan mengaku ditekan oleh penyidik KPK saat proses penyidikan.

Pencabutan keterangan Miryam di persidangan berbuntut panjang. Jaksa KPK, yang meyakini Miryam memberikan kesaksian palsu, meminta persetujuan hakim untuk menetapkan tersangka dengan mengajukan permohonan kepada untuk hakim menerapkan Pasal 174 KUHAP atas Miryam. Tapi hal itu ditolak hakim karena minim fakta.

KPK bereaksi dengan mempertimbangkan pengenaan pasal lain untuk menjerat Miryam sebagai tersangka memberikan keterangan palsu dalam persidangan. Waktu itu, KPK akan menerapkan Pasal 21 atau 22 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

kena

“Hakim masih ingin mendengar saksi lain sesuai di Pasal 174 KUHAP. Namun hakim juga mengatakan silakan KPK kalau ingin melakukan proses hukum yang lain sesuai yang berlaku. Apakah penerapan Pasal 21 atau Pasal 22 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Nah, itu sedang kita bahas secara intensif saat ini,” ujar Febri Diansyah, jubir KPK.

Baca Juga  Sekali Lagi, Ini yang Membuat Gamawan Fauzi Harus Segera Ditahan

Akhirnya, KPK pada Rabu resmi menyandangkan status tersangka dugaan memberi keterangan palsu dalam persidangan kepada Miryam. Miryam disangkakan dengan Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.