SHARE

Mantan Ketua MPR, Amien Rais, Rabu (7/6) siang ini mengunjungi Gedung DPR, Jakarta. Dia datang bukan untuk membicarakan kasus alkes di mana nama Amien turut disebut di persidangan. Kedatangannya justru untuk membicarakan Pansus Hak Angket KPK yang baru ditetapkan hari ini. Dia memberikan penguatan soal pembentukan Pansus KPK tersebut.

“Ini saya tidak mau berbohong. Ini bulan Ramadan, saya ke sini memberikan penguatan pada panitia khusus hak angket KPK. Pesan saya, kalau bisa kok lembaganya dipertahankan. Kalau ternyata isi KPK nggak sewangi citranya, banyak kebusukan dan pembusukan, nanti kita kaji ulang karena saya merasa dari masa ke masa itu KPK hebat,” ujar Amien Rais.

Amien Rais datang sejak sekitar pukul 11.17 WIB ke Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan. Tanpa bicara, dia langsung menuju ke ruang pimpinan DPR.

Amien menyinggung KPK yang tidak mengusut tuntas sejumlah kasus seperti Bank Century, RS Sumber Waras, BLBI, hingga reklamasi, namun gencar melakukan OTT. Ia menuding ada ‘kepalsuan’ di tubuh KPK.

kapokkpk

“Kita buktikan lewat pansus angket yang sekarang hampir semua fraksi ikut. Saya tegas sekali, awas jangan sampai melempem, nanti rakyat kecewa. Sekarang siapa yang palsu, DPR atau KPK? Kalau yang palsu KPK, nanti ambil langkah-langkah yang demokratis. Kalau DPR palsu, biar rakyat berikan hukuman,” cetus Amien.

Amien membantah kedatangan ke DPR memberikan intervensi soal Pansus hak angket KPK. Pasalnya, nama Amien disebut dalam tuntutan jaksa terhadap Siti Fadilah Supari.

“Nggak sama sekali. Masalah kecil saja. Saya nggak takut kok, saya melihat KPK pembusukan, makin gawat, super diskriminatif. Perkara Anda membela KPK Monggo, tapi saya punya pikiran, punya pembelaan terhadap kebenaran,” ujar Amien.

Baca Juga  Masinton Pasaribu Layak Pimpin Pansus KPK

“Pesan saya, terutama kalau bisa KPK lembaganya dipertahankan. Karena nanti kalau ternyata isi KPK enggak sewangi citranya, banyak kebusukan, banyak pembusukan, nanti kita kaji ulang,” ujar Amien usai pertemuan sekitar pukul 12.40 WIB.

Amien merasa kinerja KPK dari masa ke masa semakin buruk. Menurutnya, KPK tebang pilih dalam menangani kasus korupsi yang ada.

BLBIjumat

“Kalau mengenai Bank Century dia enggak berani. Sumber Waras enggak berani. BLBI enggak berani. Reklamasi enggak berani dan masih selusin (kasus lainnya). Ya, kalau (kasus) kecil, OTT Rp 100 juta, Rp 90 juta (berani). Jadi ini harus dihentikan. Kita tidak boleh hidup dalam kepalsuan. Saya melihat ada kepalsuan dan kebusukan,” tambahnya.

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan akan membuktikan hal tersebut melalui Pansus Hak Angket KPK yang sedang berlangsung proses pemilihan pimpinannya. Dalam hal ini, PAN mengirim 3 nama ke Pansus

“Awas, jangan sampai melempem, nanti rakyat kecewa. Jadi sekarang siapa yang palsu, DPR atau KPK? Kalau yang palsu KPK nanti ambil langkah-langkah kontitusional, langkah yang demokratis, saya usahakan. Tapi kalau DPR sampai yang palsu biar nanti akan berikan hukuman,” ujar Amien Rais, yang mengaku belum mengantongi nama yang diutus Fraksi PAN dalam Pansus Hak Angket KPK.

“Kita buktikan lewat pansus angket yang sekarang hampir semua fraksi ikut. Saya tegas sekali, awas jangan sampai melempem, nanti rakyat kecewa. Sekarang siapa yang palsu, DPR atau KPK? Kalau yang palsu KPK, nanti ambil langkah-langkah yang demokratis. Kalau DPR palsu, biar rakyat berikan hukuman,” cetus Amien.

“Nanti biarkanlah Pansus hak angket KPK ini berjalan, nanti tentu ada pada laporan ke Pansus ini. Apa betul KPK hero, memang pahlawan penegak hukum, atau sebaliknya. Saya masih berikan chance, saya belum tentu benar,” terang Amien Rais.