SHARE

Dari empat politisi PDI Perjuangan yang namanya dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri, baru Ganjar Pranowo yang sudah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto.

Tiga politisi PDI-P lainya yang saat proyek e-KTP dibahas di legislatif pada kurun waktu 2011-2012 masih sama-sama berada di Komisi II itu adalah Yasonna Hamonangan Laoly, Olly Dondokambey dan Arief Wibowo.

lala
Yasonna Hamonangan Laoly, Menkum HAM

Yasonna saat ini duduk manis di kursi Menkum HAM, Olly Dondokambey sudah menjadi Gubernur Sulut, serupa dengan Ganjar yang sukses merebut kursi gubernuran Jateng, sementara Arief Wibowo masih di parlemen.

 

Yasonna, Ganjar, Olly, dan Arief Wibowo hanya sama-sama pernah dimintai keterangannya oleh penyidik KPK. Namun, Yasonna tidak datang. Dari pemanggilan di persidangan Irman dan Sugiharto, baru Ganjar dan Olly yang dipanggil, tetapi hanya Ganjar yang datang dan memberikan keterangan kontroversial bahwa ia pernah “ditekan” oleh Setya Novanto-yang kemudian dibantah oleh Setya Novanto.

olok
Olly Dondokambey, Gubernur Sulut

Olly Dondokambey membantai dakwaan yang ditujukan kepadanya. Ia menganggap tudingan keterlibatannya menikmati dana ‘bancakan’ itu terlalu prematur. Ia juga menegaskan, tidak kenal dengan Irman dan Sugiharto.

 

Olly berujar, KPK telah meminta keterangannya sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada Januari lalu. Kepada lembaga antirasuah itu, Olly membeberkan data dan fakta yang dinilai cukup lengkap. Ia pun menyatakan siap jika KPK membutuhkan kesaksiannya lagi.

wowokkuiol
Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng

“Saudara saksi apakah mengenal tersangka? Tidak yang mulia. Apakah pernah menerima uang dari terdakwa? Tidak yang mulia. Saudara terdakwa apakah benar keterangan saksi? Benar yang mulia,” begitu kata Olly, Olly membayangkan jalannya sidang jika dia menjadi saki yang dihadirkan.

Baca Juga  Olly: E-KTP Tak Dibahas di Banggar

Olly selalu membacakan salinan surat dakwaan yang beredar di media sosial. Dia menegaskan, tudingan itu hanya akan berujung pada pemanggilan KPK , seperti di kasus sebelumnya, kasus Hambalang.

wowoku
Arief Wibowo

“Sama seperti di kasus Hambalang yang menyebutkan adanya keterlibatan saya, bisa saya tegaskan, di kasus e-KTP ini pun mereka keliru melibat-libatkan saya,” tegas Olly, yang dituding menerima 1,2 juta dolar AS dari aliran dana proyek e-KTP.

Olly meragukan indepensi KPK dalam menyelesaikan kasus-kasus yang ditanganinya. Hukum yang diterapkan KPK bukan hukum yang berkeadilan.