SHARE

Surabaya – Permintaan kasasi jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berkaitan perkara dana hibah Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Jawa Timur tidak diterima hakim kasasi. La Nyalla Mattalitti mengakui memaafkan beberapa orang yang menzaliminya.

” Semuanya saya terima dengan ikhlas serta telah memaafkan beberapa orang yang menzalimi saya, ” kata La Nyalla di Graha Kadin Jawa timur, Jalan Bukit Darmo, Surabaya, Kamis (20/7/2017).

La Nyalla, yang Ketua Kadin Jawa timur, menyebutkan menyerahkan perlakuan pengembalian harkat serta martabat dianya sesudah keluarnya putusan bebas dari Pengadilan Tipikor Jakarta serta kasasi jaksa yang tidak diterima Mahkamah Agung pada tim kuasa hukumnya.

” Saya terserah sama sisi pengacara saya. Yang tentu, itu kan rehabilitasi tugasnya dari kejaksaan (Kejati Jawa timur) mesti kembalikan nama baik saya. Mulai sejak putusan pengadilan di Jakarta Pusat, telah terang diminta kembalikan harkat-martabat saya. Termasuk juga pembukaan rekening, ” katanya.

Tetapi ketika itu, kata Nyalla, kejaksaan tidak melakukan perbaikan namanya serta kembalikan harkat-martabatnya karna juga akan memajukan kasasi.

” Ketika itu, belumlah ada yang dikerjakan Kejaksaan Tinggi (Jawa timur). Argumennya masih tetap ingin kasasi. Nah, saat ini telah kasasi. Alhamdulillah, ini telah usai semua serta kasasi telah tidak diterima, ” katanya.

La Nyalla mengharapkan kejaksaan legowo terima putusan penolakan kasasi. Dia menginginkan semuanya pihak menghormati mekanisme hukum yang sudah dikerjakan.

” Jadi kejaksaan, sudahlah kita semuanya sama-sama terima. Bila ngomong tidak terima, saya yang paling tidak terima. Namun semua telah saya ikhlaskan, ” tuturnya.

Disinggung masalah gosip penahanan dianya karna unsur politis, Nyalla menjelaskan, dianya dijerat dengan perkara dana hibah Kadin Jawa timur karna dia baru dipilih jadi Ketua Umum PSSI.

Baca Juga  PN dan PT di Indonesia dapat Sertifikat Penjamin Mutu dari MA

” Bila kita ingin urut-urut, kita bicara jujur, saya dari dahulu minta mundur dari Ketua Umum PSSI. Saya kan awalannya dipilih jadi Ketua Umum PSSI. Lalu demikian saya dipilih, kan tidak lama segera dibekukan, ” terangnya.

Lalu, lanjut Nyalla, dia lakukan perlawanan dari mulai PTUN sampai kasasi. Pada 7 Maret 2016, dia diputuskan jadi tersangka.

” Apa-apaan ini. Namun sudahlah serta janganlah panas-panasin sekali lagi. Yang tentu, ini jadi satu pelajaran buat saya kalau saya juga akan dinaikkan derajat sama Allah. Semoga ada hadiah diberi Allah, saya diberi jadi Gubernur Jawa Timur, ” katanya.