SHARE

Siapa bilang megaskandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, yang lebih populer dengan sebutan kasus BLBI itu, sudah tak lagi diingat oleh masyarakat kebanyakan? Kasus korupsi berjamaah yang merugikan negara hingga ratusan triliun ini nyatanya memang tak terlupakan. Tentu saja, karena sampai puluhan tahun mendatang negara masih harus menanggung bunga bank yang besarnya triliunan rupiah.

Sungguh mengharukan karenanya melihat elemen masyarakat kecil saat menyampaikan keprihatinannya atas perkembangan penyelidikan dan penyidikan kasus megakorupsi BLBI ini. Bagaimana reaksi dari mereka, para konglomerat hitam, yang mengambil duit negara lewat BLBI hampir 20 tahun lalu itu?

Pada Rabu (17/5) siang, puluhan elemen masyarakat dari Barisan Rakyat Sikat Koruptor (BRSK) menggelar aksi demo di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.  Dalam aksinya, mereka menuntut KPK mengusut-tuntas kasus BLBI dengan tegas dan berani.

Pendemo mayoritas dihadiri para kaum ibu dan anak. Aksi mereka dimulai sejak pukul 12.00 WIB. Mereka  juga melakukan aksi bteatrikal,  memasak batu. Mereka sekaligus mengartikan bahwa kasus BLBI sudah terjadi sejak tahun 1998 itu membuat hidupnya makin sengsara.

“Kita di sini mau kasih tahu pimpinan KPK, kasus ini harus diusut hingga tuntas, lihat keadaan kita sekarang makin miskin, makanya kita simbol kan dengan masak batu seperti ini,” ujar Nurhayati, salah satu peserta demo asal Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam aksi tersebut, Andriyansa Mario, koordinator aksi, menuntut KPK untuk mengusut tuntas kasus BLBI. “Kami dukung KPK untuk mengusut megakorupsi BLBI, konglomerat hitam Sjamsul Nursalim dkk. Tangkap semua penerima SKL (Surat Keterangan Lunas) seperti Salim Grup dan Gajah Tunggal Grup,” teriak Andriyansa di depan Gedung KPK.

Andriyansa menjabarkan kewajiban negara yang harus membayas bunga bank sebesar Rp 70 triliun setiap tahunnya kepada IMF akibat kebijakan BLBI di tahun 1998 itu. “Belum lagi bayar cicilan pokoknya, jelas ini menjadi beban negara dan rakyat Indonesia. Jumlah rakyat miskin sangat banyak. Mereka menuntut kakap BLBI yang belum banyak yang tertangkap,” terang Andriyansa.

Baca Juga  KPK Harus Bergerak Cepat Tangani Kasus SKL BLBI & Century, Sebelum Obligor Lari Lagi