SHARE

JAKARTA — Ketua Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) jadi tersangka masalah sangkaan ancaman lewat pesan singkat pada Jaksa Yulianto. HT yg tidak terima dengan status itu pada akhirnya memberikan laporan balik.

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmato menyebutkan tiap-tiap laporan yang masuk juga akan diolah oleh penyidik. Begitu juga laporan punya Hary Tanoe yang terlebih dulu memberikan laporan balik Jaksa Yulianto serta Jaksa Agung M Prasetyo. ” Ya samalah (juga akan diolah), tiap-tiap laporan kita tindak lanjuti, ” tutur Ari Dono di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7).

Ari menerangkan penyidik juga akan menindak lanjuti laporan apa pun yang masuk ke kepolisian. Mereka juga akan mengkajinya hingga lalu juga akan menyebut kembali pelapor dan terlapor dalam laporan itu.

Lalu lanjut dia, juga akan ditambah dengan info saksi serta saksi pakar. Bahkan juga tidak tutup peluang juga memohon bukti beda seperti surat untuk lengkapi laporan itu. ” Laporan selalu kita gali, kita mencari bukti penambahan, bukti (itu) ada info pelapor, saksi, saksi pakar serta surat, ” tuturnya.

Untuk di ketahui HT memberikan laporan Jaksa Agung Prasetyo dan Jaksa Yulianto atas pelaporan sangkaan isi SMS yang disangka bernada ancaman. HT sendiri menyanggah bila SMS yang dikirimkannya pada Yulianto punya maksud meneror. SMS itu diantar pada Januari 2016 kemarin. SMS diantar sejumlah 2 x waktu HT jadikan jadi saksi dalam masalah restitusi pajak Mobile 8.

Baca Juga  Pengacara Siapkan 100 Dokumen pada Sidang Praperadilan Hary Tanoe