SHARE
Fahri Hamzah, sadar KPK berusaha terus mencari-cari kesalahan dirinya.

KPK kembali membuat tuduhan yang mengada-ada, Bahkan Komisi antirasuah itu berusaha untuk mencari-cari kesalahan seseorang yang dinilai berseberangan atau melawan kepentingan mereka.

Salah satunya adalah Fahri Hamzah. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, ini selalu saja dibidik KPK dengan beberapa dalih yang tak masuk akal atau di luar nalar sehat.

Salah satunya ia dibidik seputar pajak yang tak ada kaitannya dengan posisi Fahri yang terus menggelar pansus KPK. Fahri Hamzah menegaskan bahwa persoalan pajaknya clear alias tidak ada masalah.

Fahri heran kenapa KPK menyeret-nyeret persoalan pajaknya yang sudah clear itu ke dalam persidangan perkara suap pengurusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Fahri, mengaku dari awal dia dan istrinya sudah menyadari kekeliruan mereka dicari-cari. Bahkan, bisa dijadikan alat untuk mengkriminalisasinya. KPK sudah main ke ranah pribadi demi mengentikan Fahri yang terus getol menyuarakan kontrol terhadap kinerja KPK selama ini.

“Bukan hanya saya, tapi saya dan istri saya sadar bahwa saya ini juga tidak aman dari kekeliruan. Saya tidak mau kekeliruan saya menjadi dasar saya dikriminalisasi,” kata Fahri.

Fahri mengaku pernah dinasihati rekan-rekannya yang berkecimpung di dunia pajak untuk mengikuti program tax amnesty. Fahri sudah mengikuti program yang digagas pemerintah Presiden Joko Widodo itu.

“Maka kami ikut tax amnesty dan mengidentifikasi seluruh aset-aset dan harta yang kemungkinan belum terekam secara baik,” katanya.

Lantas, kata Fahri, seluruh data pajaknya sudah dimasukkan ke dalam program tax amnesty itu. “Kami bekerja dalam waktu yang sangat singkat, kami masukkan yaitu ke dalam daftar pajak baru,” katanya.

Nah, lanjut Fahri, ada yang dimasukkan dalam daftar pajaknya. Kemudian, ada pula yang dimasukkan ke daftar pajak istrinya. “Ya sudah dong kalau ada perbedaan, ya begitulah tax amnesty itu. Tapi, kenapa KPK main-mainkan ini untuk menakut-nakuti saya itu lo,” ucap Fahri.

Baca Juga  Hak Angket KPK Bukan untuk Buka Rekaman Miryam

Nah, hal itulah yang tidak bisa dia terima. Fahri menilai KPK sudah melakukan abuse of power, menyalahgunakan kewenangannya untuk menakut-nakuti orang per orang.

Menurut dia, tax amnesty itu sudah menjadi undang-undang. Lalu kenapa KPK mengutak-atik lagi persoalan pajak seseorang.

“Kalau saya ada perbedaan bayar itu karena kami mengidentifikasi ulang tadi itu. Tapi KPK tidak usah meributkan yang begitu. Kalau begitu nanti semua orang akan meributkan tax amnesty,” ujar Fahri.

Ada kesan kuat dalam rangka mengkriminalisasi Fahri Hamzah, KPK berusaha sekuat tenaga karena dendam kesumat mereka terhadap polisi asal NTB tersebut.