SHARE

Menko Polhukam Luhut Binsar poanjaiatan akhirnya buka. Mantan Danjen Kopassus ini terpaksa bicara karena merasa keluarganya sudah terusik dengan pemberitaan dan informasi di media yang tidak benar. Informasi itu banyak dilakukan oleh media-mdia tertentu untuk mneyudutkan pejabat tinggi dan lembaga Negara.

“Saya selama ini diam karena saya merasa tidak ada yang perlu untuk diungkapkan. Namun lama kelamaan kasus ini melebar. Keluarga saya, istri saya, anak-anak saya cucu-cucu saya brtanya soal itu. Makanya saya bicara.  Saya ingin tahu sampai sejauh mana orang itu ingin melangkah,” kata Luhut Binsar Panjaitan.

Intinya Luhut menolak jika dirinya dianggap membagi-bagi saham Freeport seperti yang dituduhkan dalam rekaman itu bersama Setya Novanto dan Riza Chalid. “Saya berteman mereka, sudah lama berteman dengan mereka. Dan saya ingin saya ingin hubungan yang baik antara lembaga Negara, antara DPR dengan pemerintah,” kata Luhut.

Ia menegaskan tidak mungkin Freeport membagi-bagi saham kepada individu-individu tertentu, siapa pun itu. “Karena menyangkut persoalan saham Freeport yang besarnya 1,2 miliar US Dolar tentu harus mendapatkan izin dari komisioner, dan itu jumlah yang sangat besar. Apa mungkin itu dibagi-bagikan?” kata Luhut.

Persoalan perpanjangan kontrak Freeport, baginya sudah jelas dan clear. Bahwa tidak ada pembicaraan menyangkut perpanjangan kontrak Kerja sama Freeport dengan pemerintah RI, Sebelum 2019. “Saya memberikan catatan ke presiden soal itu, bahwa Freeport tidak bisa diperpanjang Sebelum 2019 karena banyak sekali syarat-syarat yang belum dipenuhi oleh Freeport, misalnya menyangkut masalah smelter yang belum dibangun. Jadi tidak mungkin diperpanjang,” kata Luhut.

Menyangkut hubungannya dengan Riza Chalid, Luhut mengakui mereka adalah teman lama. “Saya sudah berteman lama dengan dia, dan saya tidak tahu saat ini dia ada di mana,” kata Luhut. Soal pertemanan dengan Setya Novanto, Luhut juga mengakuinya. Ia menjelaskan pertemanan dengan Novanto tetap baik. “Saya ini berteman dengan Novanto dari dulu, baik saat senang atau susah. Masa kita hanya berteman dengan orang saat susah saja,” kata Luhut Binsar Panjaitan.

Keterangan Luhut ini sudah menjawab masalah yang sebenarnya muncul di Freeport menyangkut laporan yang diajukan oleh  Sudirman Said. Ia menegaskan jika kontrak karya Freeport harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku.