SHARE

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, tidak pernah berbicara dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Mohamad Riza Chalid terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Luhut dalam konferensi pers menyikapi isu panas soal Freeport.

“Saya ingin menggarisbawahi, saya tidak pernah berbicara dengan Setya Novanto apalagi Riza,” ujar Luhut di Kantor Kemenkopohukam Jumat (11/12) petang.

Luhut Binsar Pandjaitan bicara blak-blakan dalam press-confrence yang ‘hot’ itu. Mantan Danjen Kopassus dan Menteri Perdangan di era Gus Dur itu menantang wartawan untuk bertanya. Tak ada pertanyaaan yang tak dijawabnya. Sesekali dia mengomeli media yang pertanyaannya memancing, “Ah, kau yang lebih tahu jawabannya,” potong Luhut.

Luhut mengakui bahwa ia telah dan akan terus mempertaruhkan dirinya untuk loyal kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Saya hanya loyal kepada Presiden. Kita tunggu MKD (Majelis Kehormatan Dewan) mau berbuat apa,” ujar Luhut.

Luhut sebelumnya meminta dirinya dipanggil MKD. Dia siap memberikan keterangan apa adanya. Luhut akan dimintai keterangannya Senin (14/12). Saat Luhut menyampaikan keterangan persnya, beberapa anggota MKD berada didalam ruangan, diantaranya Kahar Muzzakir dan Ridwan Bae.

“Saya undang seluruh anggota MKD, terimakasih sebagian bisa datang,” kata Luhut. “Apa yang akan saya sampaikan di MKD nanti, ya, seperti inilah. Tidak ada yang saya tutup-tutupi,” jelas Luhut.

Menko Polhukam juga memastikan bahwa dirinya meminta persidangan MK nanti dilakukan secara terbuka agar diketahui masyarakat sejelas-jelasnya. “Seperti sekarang ini, ini kan siaran langsung, masyarakat bisa fahami seluruhnya,” kata Luhut.

Ditanya pendapatnya tentang Maroef Syamsuddin, Setya Novanto dan Mohammad Riza Chalid, Menko Polhukkam mengatakan bahwa dia mengenal baik ketiganya. “Dengan Maroef Syamsuddin saya juga sudah lama mengenalnya, saya sudah lupa sejak kapan,” katanya.

Dia juga mengaku berteman baik dengan ketua DPR Setya Novanto. “Itulah, saya sampaikan kepada pak Presiden, saya ini berteman dengan mereka -mereka itu. Ya, mungkin Inilah konsekuensi pertemanan. Dengan Setya Novanto sangat berteman. Saya pernah membelikan Novanto bakso, dia rasanya belum pernah mentraktir saya,” papar Luhut yang disambut derai tawa wartawan dan semua yang hadir di ruangan.

Di akhir keterangan persnya Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan, jangan rusak negeri ini oleh rumor-rumor, jangan negeri ini dirusak oleh hal-hal yang tidak benar.

“Saya akan pertaruhkan yang ada pada saya untuk menghadapi semua yang tidak benar dan dituduhkan kepada saya. Saya hanya mengabdi kepada NKRI, dan loyalitas saya kepada Presiden Joko Widodo,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan