SHARE

LUHUT Binsar Pandjaitan bersinar kembali. Ia menyampaikan pendapatnya tentang kasus Freeport. Ia bicara blak-blakan, cepat dan lugas saat menjawab pertanyaan wartawan. Tak ada yang ditutup-tutupi.

Ia juga memastikan, sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang menghadirkan kesaksiannya pada Senin (14/12) harus dilakukan secara terbuka agar didengar oleh seluruh rakyat Indonesia.

Tak mengherankan jika akhir pekan ini nama Luhut Binsar Pandjaitan masih menjadi bahan pembicaraan. Penampilannya yang memukau saat memberikan keterangan persnya itu, juga spontanitasnya, membuat menteri koordinator politik, hukum dan keamanan (menko polhukam) kabinet kerja Presiden Joko Widodo kembali menjadi bintang.

Dari rekaman hasil sadapan Presdir Freeport Maroef Syamsuddin dalam pembicaraannya dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Mohammad Riza Chalid, nama Luhut Binsar Pandjaitan disebut 66 kali. Namun, Jumat (11/12) petang itu Luhut Binsar Pandjaitan seakan tak mempedulikan soal itu. Disebut lebih dari 100 kali pun ia tak peduli.

Akan tetapi, Luhut mengakui kalau sekarang ia benar-benar merasa marah karena permasalahannya cenderung dilebar-lebarkan. Kehidupan keluarganya pun terusik. Ia merasa disudutkan dari opini yang dikembangkan sebagian media.

Dulu ia tidak merasa bermasalah karena hanya menyangkut dirinya saja. Tapi sekarang sudah melebar sampai ke keluarga. Istri, anak, dan cucunya terus mempertanyakan. Ini yang bikin mantan dubes RI di Singapura dan Menteri Perdagangan di era Presiden Gur Dur itu geram pada orang-orang yang menyudutkan namanya. “Tentara saya keluar,” kata Luhut menantang orang-orang, kelompok dan media yang membuat pemberitaan tak berimbang akhir-akhir ini.

Luhut, kini 68 tahun, menantang orang-orang yang menyudutkan dirinya. Tunjukkan salahnya di mana? Penerima bintang Adhi Mahayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Militer 1970 ini sudah sangat terganggu. Anaknya yang tentara (kopassus) aktif juga terganggu. Ini yang membuat ia dan istrinya kesal dengan orang-orang yang sekadar bicara menyalahkan orang lain.

Luhut juga marah karena ia disebut-sebut sudah ngomong ke Presiden Jokowi agar kontrak Freeport segera diperpanjang. Itu sama saja dengan menyatakan bahwa ia juga agen Freeport. Itu tidak benar. Yang benar, bahwa pada 17 Juni 2015 ia memberikan memo kepada  Presiden Jokowi untuk tidak memperpanjang kontrak Freeport Indonesia.

Luhut ingin berhadapan dengan orang-orang yang asbun itu. Katanya, jangan negeri ini dirusak oleh rumor-rumor. Jangan negeri ini dirusak oleh berita-berita tak benar!