SHARE

JAKARTA — Mandiri Capital Indonesia (MCI) memimpin pendanaan untuk investasi startup fintech dalam bagian Jalan keluar Pembayaran (Digital Payment Solution) terpenting di Indonesia yakni Cashlezdengan nilai keseluruhan kisaran 2 juta dolar atau Rp 26 miliar (kurs Rp 13 ribu).

Cashlez adalah satu perusahaan tehnologi pembayaran yang membuat system mPOS (mobile point of sale). Cashlez, startup yang dibangun pada th. 2015 tawarkan satu rencana penerimaan pembayaran menggunaakan kartu, baik kartu credit atau kartu debet berbasiskan aplikasi pada smartphone (Android and iOS) yang dikaitkan dengan card reader (dongle) lewat bluetooth.

System ini bisa memonitorsemua transaksi penjualan usaha merchantsecarareal time. Direktur Paling utama MCI Eddi Danusaputro mengungkap, pihaknya memimpin pendanaan sekitaran 50 % dari dana yang diperlukan oleh Cashlezz. ” Lebih kurang mendekati sekitaran 50 %, jadi dibawah 1 juta dolar AS, ” ungkap Eddi di Mandiri Inkubator Usaha, Jakarta, Rabu (12/7).

Eddi menjelaskan, lewat Cashlez UMKM memperoleh peluang untuk memakai jalan keluar pembayaran digital yang lebih terjangkau serta inovatif. Product yang di tawarkan oleh Cashlez diinginkan bisa menolong Bank Mandiri untuk tingkatkan efisiensi Bank dengan memberi jalan keluar penerimaan pembayaran dengan memakai kartu untuk customer B2B serta B2C.

” mPOS punya Cashlez secarateknis mempunyai kwalitas baik dengan response time yang cepat serta sudah mempunyai sertifikatPCI DSS compliant jadi sertifikasikeamanan (security) yang diperlukan Visa atau Mastercard, ” terang Eddi.

CEO serta Co-Founder Cashlez Teddy Setiawan memberikan, berdasar pada laporan KPMG (2017) 36 % dari orang-orang Indonesia sudah mempunyai akun bank, tetapi cuma 10 % yang lakukan adopsi untuk memakai transaksi non-tunai. ” Disini peranan kami ada untuk mengedukasi dan jadi jalan keluar gunameningkatkan transaksi non-tunai hingga bisa meningkatanpendapatan, terlebih UMKM di Indonesia, ” kata Teddy.

Cashlez juga akan berperan dalam mendorong akselerasi perkembangan merchant agar bisa terima semuanya alat pembayaran memakai kartu. Hal semacam ini searah dengan gagasan Bank Indonesia untuk wujudkan national payment gateway yang juga akan diawali di bln. Oktober.

Pendanaan dari MCI serta investor yang lain, lanjut Teddy, juga akan dipakai untuk beli sejumlah 4000 reader mPOS untuk memperluas jaringan. Diluar itu dana itu akan dipakai untuk digital marketing.

Yang akan datang reader Cashlez dapat juga terima pembayaran memakai e-money. ” Juga akan selekasnya direalisasikan pada Agustus, ” kata Teddy.

Berdiri mulai sejak 2015 serta resmi beroperasi September 2016, pihaknya sudah mempunyai lebih kurang 1000 merchant yang sudah gabung. Sejumlah 61 % sebagian besar pemakai Cashlez datang dari retail serta travel tourism. Terkecuali memperoleh pendanaan dan bersinergi dengan Mandiri Capital, pihaknya juga bekerjasama dengan Moka POS, yang adalah andil Mandiri dalam mengintegrasikan semuanya lini usaha yang dinaungi oleh Mandiri.