SHARE

Bekas Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Direktorat Jenderal Pajak, Handang Soekarno, mengemukakan nota pembelaan jadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/7/2017).

Terkecuali pembelaan, Handang juga mengemukakan permintaan pada hakim.

Dalam pleidoi pribadinya, Handang memohon pada hakim supaya ia nanti tidak dipenjara di Instansi Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung. Ia memohon supaya dipenjara di Semarang, Jawa Tengah.

” Semakin lebih gampang untuk saya bila nanti ditetapkan bersalah, saya bisa di beri izin melakukan hukuman di Lapas Klas I Semarang, Jawa Tengah, ” tutur Handang pada majelis hakim.

Waktu membacakan pleidoi, Handang menceritakan mengenai keadaan kehidupannya sebelumnya serta setelah di tangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Handang bercerita kalau ia sidah bercerai dengan istrinya. Sesuai sama putusan pengadilan, hak asuh ke-3 anaknya jadi tanggung jawab Handang.

” Anak saya yang terbesar baru lulus kuliah, serta sekarang ini tengah berupaya mencari pekerjaan. Anak ke-2 masih tetap kuliah, anak ke-3 masih tetap meniti pendidikan SMA di Jawa Tengah, ” kata Handang.

Menurut Handang, dengan dipenjara di Semarang, anak-anaknya bisa dengan gampang berkunjung ke serta berkomunikasi dengannya.

” Walau saya sekarang ini telah tidak bekerja serta tidak berpendapatan, dan dengan terbatasnya gerak, tetapi jadi orang-tua saya masih tetap mempunyai tanggung untuk membina serta berkomunikasi, ” kata Handang.

Terlebih dulu, Handang dituntut pidana penjara sepanjang 15 th. oleh jaksa KPK. Handang juga dituntut membayar denda Rp 750 juta subsider 6 bln. kurungan.

Menurut jaksa, Handang Soekarno dapat dibuktikan terima suap sebesar 148. 500 dollar AS atau sejumlah Rp 1, 9 miliar. Suap itu di terima Handang dari Country Director PT EK Sempurna Export Indonesia, R Rajamohanan Nair.

Menurut jaksa, uang itu diberi supaya Handang sebagai petinggi di Ditjen Pajak, menolong percepat penyelesaian persoalan pajak yang dihadapi PT EKP.

Uang yang didapatkan pada Handang baru beberapa, dari yang dijanjikan oleh Mohan sebesar Rp 6 miliar.