SHARE

Maroef Syamsudin, Presdir Freeport yang merekam secara sembunyi-sembunyi percakapannya dengan Setya Novanto, Ketua DPR RI, bisa dijerat dengan pasal pidana seperti yang tertuang di pasal 310 KUHP dan pasal 207 KUHP.

Pasal-pasal tersebut berbunyi: Pasal 207

Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau hadan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 208

(1) Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum suatu tulisan atau lukisan yang memuat penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia dengan maksud supaya isi yang menghina itu diketahui atau lebih diketahui oleh umum, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Menurut Prof. Andi Hamzah, pasal 207 menghina pejabat masih bisa dimasukkan ini bukan delik aduan. Jadi polisi dan jaksa bisa langsung memproses apa yang telah dilakukan oleh Maroef Syamsudin tersebut.

Begitu pula dengan pasal-pasal penghianaan yang terdapat di KUHP seperti Pasal 310.

Pasal 3010 berbunyi:

(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

“Presiden juga termasuk pegawai negarai, seperti yang tertuang di pasal tersebut. Maka seharusnya Maroef Syamsudin sudah bisa terkenai oleh pasal ini,” kata Prof. Andi Hamzah, pakar hukum pidana.

Maroef Syamsudin menurut Prof Andi Hamzah, sudah tergolong menyerang kehormatan dan nama baik seseorang karena telah menyiarkan hal tersebut. Kini mari kita tunggu bersama, apa langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Kepolisiaon dan Kejaksaan untuk menyelesaikan masalah ini.