SHARE

Jakarta – Waktu pabrikan supercar telah mulai mengambil serta nikmati traksi melimpah dari penggerak all-wheel drive, McLaren hingga sekarang ini masih tetap bertahan dengan konfigurasi penggerak roda belakang.

Cuma saja, satu waktu McLaren juga akan menjumpai batasan dari konfigurasi roda belakang, serta perlahan berpindah ke system penggerak all-wheel drive.

Diambil Car & Driver, Selasa (11/7/2017), Mile Flewitt, CEO McLaren Automotive, mengaku batasan dari traksi penggerak roda belakang mulai tampak.

“Kami belum juga hingga di titik itu, namun kami makin mendekati batasan, ” ungkap Flewitt. “Kami belum juga merencanakan untuk mengambil all-wheel drive saat ini, namun kami sadar itu yaitu arah yang kami juga akan menuju satu waktu kelak, ” imbuhnya.

Satu diantara aspek yang membuat penggerak roda all-wheel drive jadi pilihan menarik, yaitu minimnya.kurang tersedianya dorongan tenaga yang mampu di terima oleh roda belakang saja. McLaren sendiri memaksimalkan potensi yang dipunyai oleh roda belakang pada tiap-tiap jenisnya.

Umpamanya McLaren 720S yang menghantarkan tenaga 710 Tk ke roda belakang. Serta ada P1 hybrid yang memadukan motor elektrik serta mesin konvensional, ke-2 mesin itu menghantarkan tenaga sebesar 903 Tk untuk varian standard, sedang varian GTR hasilkan tenaga 986 Tk.

Lantas, bila McLaren berpindah ke system penggerak all-wheel drive, pasti akan tidak memakai system mekanikal yang umum. ” System arsitektur hybrid punya kami cukup fleksibel. Serta tak ada fungsinya memakai batang ke sisi tengah mobil, ” ucap Flewitt.

Ini berarti, McLaren juga akan mengambil motor elektrik untuk menggerakkan roda depan, serta roda belakang digerakkan oleh mesin konvensional.