SHARE

Inilah yang ramai dipertanyakan oleh netizen sehubungan dengan pengakuan dari pengacara kondang Elza Syarief bahwa dia pernah diancam terkait kesaksiannya di kasus proyek Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Kemendagri ini.

Elza Syarief, yang namanya naik daun sewaktu menjadi salah satu pengacara untuk Tommy Soeharto, mengaku sempat mendapat ancaman saat mendampingi Muhammad Nazaruddin dalam kasus e-KTP beberapa tahun silam.

Ancaman itu, papar Elza Syarief, dia terima dari para pengacara orang-orang yang disebut Nazaruddin terlibat korupsi e-KTP.

“Itu waktu dulu, waktu tahun 2013. Saya sendiri lupa siapa, ada juga dari kuasa hukum beberapa orang yang namanya disebut oleh Nazar terlibat,” demikian diungkapkan Elza Syarief seusai pemeriksaannya sebagai saksi, kemarin.

elsa10
Elza Syarief sewaktu mendampingi Mohammad Nazaruddin

Elza Syarief dihadirkan oleh penyidik KPK untuk tersangka Miryam S Haryani. Dicecar dengan 13 pertanyaan, Elza tak urung bercerita mengenai berbagai hal sewaktu dia mendampingi Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat.

Dia mengaku, para pengacara tersebut menegur dan mengancam akan melaporkan Elza kepada kepolisian jika terus membongkar kasus e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

“Saya bisa dilaporkan melanggar kode etik, terus juga bisa dilaporkan ke polisi,” kata Elza menirukan pengacara-pengacara tersebut.

mirakukut
MIryam S Haryani

Dia pun menentang keinginan para pengancamnya. Dia mengaku hanya berbicara soal kebenaran yang dia dapat dari mulut Nazaruddin tentang kasus e-KTP.

“Saya bilang, saya ini tidak memberikan keterangan apapun, saya hanya menyampaikan apa permintaan klien. Kemudian memang ditanya oleh wartawan dan itu kan terbuka untuk umum,” ucap Elza.

Kalangan netizen mempertanyakan, bagaimana Elza Syarief bisa lupa dengan mereka yang pernah menterornya tersebut, termasuk dari kalangan pengacara yang pasti setiap saat berhubungan dengannya.