SHARE

Semarang – Rawa Pening yaitu satu danau alami di Kabupaten Semarang. Terhampar luas serta jadi satu diantara danau prioritas di Indonesia. Tetapi sayangnya saat ini 30 % atau 800 hektar permukaannya tertutup gulma eceng gondok atau genjer hingga mengganggu panorama serta peranannya.

Rawa Pening sampai kini dipakai untuk penyediaan air baku, budidaya ikan, irigasi sampai pariwisata karna panorama indah dikelilingi gunung. Tetapi peranannya tidak maksimum karna eceng gondok yang tumbuh subur serta selalu bermunculan di danau seluas 2. 670 hektar itu.

Kepala Balai Besar Lokasi Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno, menyebutkan th. 2002, luas danau Rawa Pening menjangkau 2. 670 hektar, tetapi karena invasi eceng gondok yang makin meluas, terdaftar pada th. 2015 luasannya menyempit jadi 1. 850 hektar.

” Ya karena ada karamba serta 800-an hektar eceng gondok, ” kata Ruhban.

Danau itu jadi satu diantara 15 danau yang diutamakan Pemerintah. Danau itu mempunyai volume air cukup besar yakni 48, 15 juta m3 atau 2 x lipat waduk paling besar di Semarang yakni Jatibarang.

” Rawa Pening peranannya sesungguhnya banyak dari mulai penyedia air baku, pengendali banjir, pembangkit listrik, perikanan, serta pariwisata, ” tambah Ruhban.

Tetapi Rawa Pening juga jadi sisi dari 4 danau punya masalah dengan danau yang lain yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Maninjau (Sumatera Barat), serta Danau Lomboto (Gorontalo).

” Persoalan diliat diantaranya dari penurunan kwalitas air danau serta keragaman hayati. Sekarang ini kwalitas air danaunya selalu dikontrol, alami penurunan tetapi masih tetap batas toleransi. Yang tentu makin kecil tampungan airnya, ” jelas Ruhban.

Salah seseorang warga, Salam (56), menyebutkan eceng gondok atau yang dalam arti lokal dimaksud genjer di Rawa Pening telah ada mulai sejak 30 tahunan kemarin. Tetapi memanglah dalam satu dekade paling akhir makin meluas secara cepat.

Baca Juga  Ganjar Tetap Harus Daftar Melalui PDI Perjuangan di Pilkada Jateng

” Mulai sejak saya muda telah ada, sekitaran 30 tahunan kemarin. Memanglah makin meluas, ” tutur warga Desa Sumurup itu.

Kehadiran eceng gondok menurut dia memanglah mengganggu terlebih untuk pencari ikan. Mereka jadi susah ke tempat tempat ikan berkumpul karna berada di tengah danau. Diluar itu jaring mereka sering tersangkut di eceng gondok.

” Mengganggu sekali, sulit mencari ikan. Jalannya sulit, nyrimpeti (menghambat) jaring, ” lanjutnya.

Mulai sejak satu tahun paling akhir, Pemerintah lakukan usaha pembersihan Rawa Pening untuk direvitalisasi. Aktivitas bersih-bersih eceng gondok massal sempat juga di gelar disana.