SHARE
Ibas Yudhoyono, banyak kasus korupsi yang melibatkan dirinya.

Edhie Baskoro Yudhoyono, alias Ibas alias sang pangeran, sejatinya adalah tokoh penting dalam berbagai kasus korupsi yang melibatkan klan Cikeas. Namanya beberapa kali disebut, baik oleh Muhammad Nazaruddin (mantan bendahara Partai Demokrat), Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat) dan Angelina Sondakh (kader Partai Demokrat) dalam kasus korupsi mereka. Di situ jelas keterlibatan Ibas.

Baru-baru ini bahkan kuasa hukum Anas Urbaning­rum, Firman Wijaya, menyatakan jika mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu akan menyokong KPK dalam pengungkapan dugaan keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam perkara korupsi pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang.

Anas mengakui telah mengantongi sejumlah bukti untuk menjerat Ibas. “Apalagi dalam persidangan Anas, posisi Ibas adalah panitia penyelenggara kongres Partai Demokrat,” ujar Firman. Korupsi Hambalang sendiri, banyak dipergunakan dananya untuk membiayai kongres tersebut.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegaskan tidak akan membatasi jumlah tersangka dalam setiap penanganan perkara. Semua pihak yang terlibat harus diungkap dengan dasar kecukupan alat bukti. “Kita pelajari dululah, ya. Pelan-pelan,” kata Saut dalam korupsi Hambalang.

Selain kasus tersebut, keterlibatan Ibas dalam kasus hambalang dan kasus mega korupsi e-KTP juga diungkap oleh Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI). Menurut Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, KPK patut mengusut dugaan keterlibatan Ibas. Apalagi, beberapa orang seperti Angelina Sondakh dan M Nazaruddin kerap menyebut Ibas terlibat di kasus itu.

Ibas Yudhoyono dan Anas Urbaningrum, dua aktor penting dalam kasus Korupsi Partai Demokrat.
Ibas Yudhoyono dan Anas Urbaningrum, dua aktor penting dalam kasus Korupsi Partai Demokrat.

Ribuan massa demontsran yang mengatasnamakan diri Total Keadilan (Tangkap) juga kembali mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan berbagai kasus korupsi yang mandek. Salah satunya yakni dugaan keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dan Choel Mallarangeng dalam kasus korupsi KTP elektronik alias E-KTP.

Baca Juga  Siapa Yang Bohong, Miryam atau Novel cs.?

Guna menuntut penuntasan kasus korupsi E-KTP itu, massa Tangkap yang terdiri atas gabungan pemuda dan mahasiswa menggelar aksi unjukrasa di Gedung KPK, Kamis, 8 Desember 2016.

“Tuntaskan kasus korupsi yang belum terselesaikan di Indonesia. Salah satunya kasus korupsi E-KTP, dimana diduga kuat adanya keterlibatan Ibas dan Choel Mallarangeng. Untuk itu, kami meminta KPK periksa dan tangkap mereka,” kata salah seorang perwakilan massa Tangkap, Kurniawan, Kamis, 8 Desember 2016.

Dalam aksinya, demonstran membawa sejumlah selebaran bertuliskan ‘Tangkap Ibas’. Selain itu, juga ada spanduk serupa dengan foto Ibas dan bertuliskan ‘Parade Korupsi Rezim SBY’. Di bawahnya juga dituliskan ‘Tuntaskan Kasus Korupsi’.

Kurniawan menerangkan pihaknya melakukan aksi unjukrasa itu di KPK lantaran gerah dengan pengungkapan kasus korupsi yang berbelit-belit. Salah satunya kasus korupsi E-KTP yang diduga melibatkan putra Presiden RI yang ke-6. Bahkan, dugaan keterlibatan Ibas sempat diutarakan oleh koleganya yakni Muhammad Nazaruddin.